Mancini berhasil mengantar Italia meraih sembilan kemenangan beruntun setelah menaklukkan Liechtenstein dengan skor telak 5-0. Rekor kemenangan Italia era Mancini dimulai pada laga persahabatan lawan Amerika Serikat disusul delapan kemenangan di kualifikasi Piala Eropa.
Lihat juga:McMenemy Buat Indonesia Lupa Cara Main Bola |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berhasil menyamai catatan fantastis tersebut, Mancini menyatakan rekor tersebut tidak terlalu membuatnya gembira.
"Menyamai rekor kemenangan Pozzo tentu merupakan hal bagus namun saya lebih memilih menyamai rekor Pozzo yaitu memenangkan dua trofi Piala Dunia," kata Mancini seperti dikutip dari Football Italia.
Selain rekor kemenangan beruntun tersebut bukan pencapaian terbaik Pozzo di Azzurri. Catatan terbaik Pozzo adalah membawa Italia menjadi juara Piala Dunia pada edisi 1934 dan 1938.
Stepahn El Sharawy mencetak satu gol ke gawang Lichtenstein. (STEFAN WERMUTH / AFP) |
"Sebuah hal alamiah dengan banyak pergantian yang dilakukan, kami kurang konsisten. Ada sejumlah hal positif dan beberapa hal lain yang bisa ditingkatkan tetapi masalah utama adalah pemain-pemain ini belum pernah bekerja sama sebelumnya," ujar Mancini.
Stepahn El Sharawy mencetak satu gol ke gawang Lichtenstein. (STEFAN WERMUTH / AFP)