Taylor merebut gelar juara dunia kelas welter ringan IBF setelah menang angka mutlak atas Ivan Baranchyk pada Mei lalu. Taylor baru terjun ke tinju profesional pada 2015 saat usianya sudah 24 tahun. Namun Taylor sejauh ini sukses memenangkan 15 laga dengan catatan 12 kemenangan KO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taylor yakin dia punya kemampuan yang cukup baik untuk bisa bersaing di level tinggi dalam dunia balap motor.
Josh Taylor sempat bermimpi jadi juara dunia MotoGP seperti Valentino Rossi. (AP Photo/Christopher Jue) |
"Saya memulai balapan dan kemudian mengalami kecelakaan besar karena suspensi motor saya masih terbilang standar. Ayah saya lalu memberikan suspensi yang lebih baik dan saya bisa finis di posisi tiga besar, mampu menyaingi pebalap yang punya 2-3 motor dan telah memiliki sponsor dan banyak uang untuk dihabiskan demi merintis karier."
[Gambas:Video CNN]
"Saya menjalani dua musim namun kemudian orang tua saya tidak bisa membayar uang yang dibutuhkan untuk motor, bensin, perjalanan lomba. Saya kemudian harus merelakan hal itu, saya menjual motor saya," tutur Taylor.
Setelah melupakan mimpi jadi pebalap motor, Taylor kemudian menemukan cinta baru pada dunia tinju saat bertemu petinju Alex Arthur yang berlatih di Stadion Meadowbank, tempat ibu Taylor bekerja.
"Saya melihat ia berlatih dan kemudian dia meminta saya untuk ikut berlatih. Saya memukul sandsack dan dia bertanya 'apakah saya sudah pernah bertinju sebelumnya?' Ketika saya bilang 'tidak', ia tidak mempercayainya."
Lihat juga:Jokowi ke Menpora Baru: Sepak Bolanya, Pak! |
Josh Taylor sempat bermimpi jadi juara dunia MotoGP seperti Valentino Rossi. (AP Photo/Christopher Jue)