Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng R Rachmadi mengatakan peserta Tour de Borobudur selalu bertambah dari tahun ke tahun karena selalu menawarkan pengalaman rute-rute baru dan tantangan di setiap etapenya.
"Pada awalnya penyelenggaraan event ini hanya digelar sehari. Peserta bersepeda dari Semarang menuju Candi Borobudur di Magelang. Kemudian format event diubah sejak 2016, dilaksanakan dua hari dengan rute yang selalu berbeda-beda," ujar Sinoeng melalui keterangannya, Selasa (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada etape kedua yang diikuti 1.700 peserta, start dari De Tjolomadoe Karanganyar - Kompleks Candi Prambanan, dan finish di Kompleks Candi Borobudur."
Kepala Bagian Pembinaan Operasional Biro Operasi Polda Jateng AKBP Artanto menjelaskan ada titik-titik yang menjadi fokus pengamanan, seperti Grobogan dan Demak.
"Disiapkan 3.500 personel gabungan dari Polda dan Polres. Kami minta kepada masyarakat untuk memberikan ruang bagi para peserta tur saat melintas. Beri mereka support," ujarnya.
Diketahui, Tour de Borobudur kali ini mengusung konsep go green untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Panitia TDB menyediakan spot pengambilan minum (water station) di setiap titik pemberhentian. Dengan begitu, kegiatan yang dilaksanakan bebas dari sampah sembari tetap menikmati alam Jawa Tengah.