Sembilan calon ketua umum PSSI tersebut yakni, Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Rahim Soekasah, Arief Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernard Limbong dan Sarman El-Hakim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota forum sembilan calon Ketua Umum PSSI merilis deklarasi yang berisi tudingan keanehan jelang Kongres PSSI. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah) |
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, forum sembilan calon ketua PSSI juga mengimbau kepada FIFA untuk mengobservasi kongres supaya berjalan sesuai dengan harapan semua pihak. Begitu juga dengan pemerintah yang diminta untuk membuka mata untuk mengawal dan mengawasi betul gelaran KLB pada Sabtu (2/11).
"Kami sepakat untuk maju dalam bursa calon Ketua PSSI tanpa ada gerakan money politic. Ini komitmen kami, karena kami mencium adanya indikasi money politic. Kami tidak menarik diri dari kongres tapi melihat dinamika yang terjadi jelang dan pada saat kongres digelar menit per menit," jelasnya.
Sementara itu Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI Syarif Bastaman mempertanyakan pernyataan yang dilemparkan dalam forum sembilan calon Ketua PSSI tersebut. Syarif menantang sembilan calon tersebut untuk memberi tahu letak kesalahan dalam proses yang dilakukan KP selama ini.
"Mohon kalau benar cinta dengan PSSI, bertanggung jawablah, gunakan hak dipilih dan memilih dengan baik. Karena ini di ranah olahraga, jadi harus sportif. Kita hidup di negara hukum, jadi jangan melanggar aturan hukum. Kalau saya dianggap melanggar hukum, saya tantang di mana letak salahnya," tegas Syarif.
"Kalau mereka buat seperti ini karena tahu tidak akan menang di kongres, terus mereka mau boikot artinya mereka childish," sebutnya. (ttf/har)
Anggota forum sembilan calon Ketua Umum PSSI merilis deklarasi yang berisi tudingan keanehan jelang Kongres PSSI. (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)