Marcus/Kevin butuh waktu 33 menit untuk menyudahi perlawanan Kamura/Sonoda. Gim pertama berlangsung sengit. Kendati mampu memimpin perolehan poin dari awal laga, pasangan Jepang itu tak kenal lelah mencoba meraih poin demi poin. Namun pasangan peringkat empat dunia itu maksimal hanya mampu menyamakan kedudukan sebelub Marcus/Kevin menang 21-17.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menundukkan pasangan Jepang di final Fuzhou China Open 2019. (Dok. Humas PBSI) |
Berikut lima fakta kemenangan Marcus/Kevin di Fuzhou China Open 2019:
Jika digabungkan dengan gelar yang diraih pada ajang BWF Superseries, maka Marcus/Kevin sudah meraih 26 gelar dalam ajang individu kelas elite.
Sebelumnya pasangan yang dibentuk pada 2015 itu sudah pernah meraih dua gelar juara di Fuzhou, tepatnya pada ajang China Open 2016 dan 2017.
[Gambas:Video CNN]
3. Kemenangan atas Kamura/Sonoda dalam partai final Fuzhou China Open 2019 merupakan yang ke-10 dari 15 pertemuan.
Kekalahan terakhir Marcus/Kevin dari Kamura/Sonoda dialami pada semifinal Singapura Open 2019, pada April lalu.
5. Marcus/Kevin mencatatkan kemenangan beruntun dalam 15 pertandingan. Kekalahan terakhir diderita dari sesama pasangan pelatnas PBSI, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Korea Open 2019 pada akhir September. (nva)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menundukkan pasangan Jepang di final Fuzhou China Open 2019. (Dok. Humas PBSI)