Isu mundurnya Filipina sebagai tuan rumah mulai berembus sejak awal tahun 2019. Pertikaian pejabat tinggi olahraga dan pemerintah jadi masalah utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Anggota DPR Filipina Prospero Pichay sempat mengancam mundur seandainya bujet anggaran tak disetujui pada April. Filipina dinilai bisa batal jadi tuan rumah SEA Games lantaran Komisi Olahraga Filipina (PCS), bakal kesulitan membeli peralatan sesuai dengan prosedur pengadaan Komisi Audit.
Tarik-menarik anggaran sempat memicu rumor Filipina akan mundur sebagai tuan rumah. Indonesia dan Thailand digadang sebagai alternatif ideal jika Filipina benar-benar mundur.
Namun, kabar tersebut dibantah oleh Ketua PHISGOC, Alan Peter Cayetano. Ia menegaskan Filipina siap menggelar multievent dua tahunan tersebut.
Hanya saja, Cayetano yang juga menjabat Ketua DPR Filipina mengkritik anggota dewan yang tidak menyetujui rencana anggaran sejak awal.
Cayetano mengecam Senator Franklin Drilon yang mendesak untuk mengurangi anggaran SEA Games. Drilon menyarankan agar sebagian besar anggaran dialihkan demi masalah lebih penting di Filipina.
Namun, tarik menarik yang dilakukan para pejabat tinggi tersebut membuat persiapan amburadul. Sejumlah kontingen pun mengeluh hingga melayangkan surat protes kepada panitia penyelenggara.
Sebagian kontingen mengeluhkan pelayanan yang diberikan panitia penyelenggara SEA Games 2019, PHISGOC. Salah satunya timnas Thailand U-23 yang menyayangkan kemacetan di Filipina yang membuat Gajah Perang membatalkan latihan.
Sarana hotel yang belum siap juga membuat timnas Myanmar harus tidur di lantai. Selain itu, Myanmar juga mengkritik ukuran bus rombongan tim yang terlalu kecil.
The Straits Times Melaporkan, CdM Singapura Juliana Seow telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala Operasional PHISGOC soal tidak tersedianya makanan halal dan terbatasnya pilihan makanan untuk kontingen Singapura. (jun)
