Jaya Raya berdiri sejak tahun 1975 berkat campur tangan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin yang diteruskan oleh Ciputra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Merujuk laman resmi Jaya Raya, Ciputra akhirnya memutuskan untuk membubarkan klub atletik dan sepak bola. Sebab, kedua cabang itu dianggap sulit untuk melahirkan atlet juara dunia.
Ciputra menilai, olahraga yang berprestasi di level nasional bisa dipegang orang lain. Sementara dia ingin serius dan fokus membina bulutangkis yang mampu berprestasi di level dunia.
Keputusan Ciputra membubarkan dua cabang olahraga tersebut sempat mendapat kritik pedas dari media dan dianggap tidak nasionalis. Namun, Ciputra tetap pada pendiriannya untuk membantu bulutangkis berprestasi di ajang internasional.
Semula, Jaya Raya menggunakan Hall A di Gor Kuningan, Jakarta Selatan, dan dilatih Retno Kustiyah. Peran Retno tidak hanya sebagai pelatih tapi juga supir yang mengantar para pemain ke tempat latihan.
Seiring dengan berjalannya waktu, pusat pelatihan Jaya Raya kemudian berpindah ke komplek sekolah atlet di Ragunan, Jakarta Selatan dan secara formal berdiri pada 26 Juli 1976.
Susy terus melejit dan sukses menyumbangkan emas pertama Indonesia dari Olimpiade. Dia mendapatkannya pada Olimpiade Barcelona 1992. Selain Susy, Mia Audina juga ditempa di sini.
Hendra bersama pasangannya Markis Kido berhasil meraih medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. (jun)
