Peristiwa pengeroyokan ini terjadi satu hari jelang laga Malaysia melawan Timnas Indonesia dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua suporter Indonesia saat bertemu dengan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Fuad juga mencurigai adanya keterlibatan oknum sopir taksi online dalam pengeroyokan tersebut. Sopir taksi enggan menjemput Yovan dan Fuad di titik lokasi penjemputan sesuai aplikasi dan sopir tersebut juga disebut lama saat menjemput.
[Gambas:Video CNN]
"Ketika saya sudah masuk mobil, itu keadaannya saya sudah dalam kendaraan dan Yovan ditarik. Saya berpikir kalau sudah naik taksi dan panggil kawan saya yang jaraknya 100 meter di depan itu masih cukup. Tapi sopir taksi juga diam saja, jalan juga tidak mau. Dan yang saya sayangkan sopir taksi dan warga Malaysia yang ada di situ hanya menjadikan saya tontonan saja, tidak ada rasa kemanusiaannya," jelas Fuad.
Kemudian Fuad dan Yovan bisa melarikan diri. Menggunakan telepon genggam milik Yovan, Fuad menghubungi rekan-rekan suporter Timnas Indonesia yang tergabung di Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia untuk meminta bantuan.
Fuad sendiri mengalami memar di bagian mata kanan sedangkan Yovan yang mengalami patah di bagian hidung bergegas ke rumah sakit terdekat. Setelah itu, keduanya melapor ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Fuad memahami jika saat ini PSSI sedang sibuk mengurus SEA Games 2019 di Filipina. Meski begitu, ia berharap kasus ini bisa dituntaskan.
"Kemarin waktu Malaysia ke sini permintaannya kan banyak, kita turutin semua. Ketika terjadi ribut-ribut di GBK mereka langsung bergerak cepat protes ke FIFA. Sedangkan sekarang juga terjadi pelemparan botol, pelemparan suar, tapi kok dari pihak PSSI belum ada pernyataan ataupun klarifikasi. Saya harap ini menjadi perhatian bagi pihak PSSI," tegas Fuad. (ttf/jal)
Dua suporter Indonesia saat bertemu dengan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)