ANALISIS

Sisi Buruk di Balik Kesempurnaan Indonesia di SEA Games 2019

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 08:49 WIB
Sisi buruk Timnas Indonesia U-23 muncul saat melawan Singapura di pertandingan kedua di Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memoriam, Kamis (28/11). Emosi Timnas Indonesia U-23 muncul saat melawan Singapura. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sisi buruk Timnas Indonesia U-23 muncul saat melawan Singapura di pertandingan kedua di Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memoriam, Kamis (28/11).

Dalam laga tersebut Garuda Muda menang 2-0 lewat gol Osvaldo Haay di menit ke-64 dan Asnawi Mangkualam di menit ke-74.

Meski menang, pemain Indonesia menampilkan perilaku kurang baik di lapangan. Tim asuhan Indra Sjafri itu terlihat beberapa kali melakukan hal-hal yang tidak perlu, terlebih lagi sedang dalam posisi unggul.


Pertama, Timnas Indonesia U-23 kedapatan emosional saat melawan Singapura. Hal itu terlihat jelang pertandingan berakhir.

Emosi Nadeo Argawinata dan kawan-kawan muncul di pengujung laga ketika memasuki masa injury time. Para pemain Indonesia terlibat keributan dengan skuat Young Lions.

Insiden tersebut bermula dari Egy Maulana Vikri yang mencoba mempertahankan bola di garis akhir pertahanan Singapura pada menit ke-90+2.

Striker Lechia Gdansk itu lalu terjatuh karena terdorong dua pemain Singapura, Suzliman Zulqarnaen dan Shahiran Nur Shah. Meski terjatuh Egy tetap berupaya menjaga bola di kakinya.

Tetapi saat bola masih dalam kontrol Egy, bek Singapura Suzliman menendang bola ke arah pemain kelahiran Medan tersebut. Emosi Egy tersulut dan mencoba menghadapi Suzliman yang langsung melarikan diri.

Timnas Indonesia U-23 belum kebobolan dalam dua pertandingan awal.Timnas Indonesia U-23 belum kebobolan dalam dua pertandingan awal. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Niat Egy mengejar Suzliman diadang Shahiran dan M Akbar Saifullah. Tidak terima rekannya dikeroyok, Rachmat Irianto dan Djin Dodi datang membantu.

Egy yang tidak terima diperlakukan kasar terus melancarkan protes. Keributan itu sempat memancing osifial dari kedua tim masuk ke lapangan dan melerai petikaian dari para pemainnya, termasuk asisten pelatih Nova Arianto dan Kurniawan Dwi Yulianto. Mujur, Egy Maulana tidak dikartu kuning wasit.

Usai ketegangan itu giliran Osvaldo Haay yang mendapat kartu kuning. Sangat disayangkan karena Osvaldo dikartu kuning bukan karena momen krusial.

Pemain Persebaya Surabaya itu dikartu kuning wasit Majed Al Shamrani karena mengulur-ulur waktu.

Pada menit akhir pertandingan saat kiper Singapura, M Zharfan, hendak mengambil tendangan bebas Osvaldo justru memainkan bola tersebut. Kartu kuning langsung diberikan wasit kepada pemain bernomor punggung 20 itu.

Belum cukup dengan kartu kuning tersebut, emosi Osvaldo juga hampir terpancing di menit ke-90+6 saat dilanggar Sazali Syahrul.

Sazali menarik-narik Osvaldo. Lalu Osvaldo melakukan tendangan saat masih membelakangi Sazali. Sazali menunjukkan gestur menantang. Osvaldo tersulut dengan menempatkan tangan kiri di leher Sazali dan mengepalkan tangan kanan seperti hendak memukul.

Bisa jadi Sazali tahu Osvaldo yang sejauh ini pemain kunci Timnas Indonesia U-23 dari bangku cadangan sudah mendapat satu kartu kuning di laga tersebut.

Selisih gol Timnas Indonesia U-23 masih kalah dari Thailand.Selisih gol Timnas Indonesia U-23 masih kalah dari Thailand. (AP Photo/Aaron Favila)
Dengan terpancing emosinya, Osvaldo bisa dikartu merah dan terusir dari pertandingan sehingga absen di laga berikutnya. Karena itu Sazali melakukan pelanggaran yang tidak perlu terhadap Osvaldo.

Pemain Singapura lain ada yang coba memprovokasi wasit. Osvaldo sendiri menunjukkan gestur meminta maaf kepada wasit. Beruntung wasit Majed Al Shamrani tidak 'menghadiahi' Osvaldo kartu kuning kedua.

Kejadian emosional serta kartu kuning yang tidak perlu di momen yang kurang penting harus dikurangi Timnas Indonesia U-23 dalam turnamen panjang seperti SEA Games 2019 ini.

Di SEA Games setiap tim rata-rata bertanding dalam dua hari. Kebugaran pemain dan kelengkapan skuat sangat dibutuhkan pelatih guna melakukan rotasi dan mendapatkan susunan pemain yang mumpuni di setiap laga.

[Gambas:Video CNN]
Jika salah satu pemain kunci absen baik karena akumulasi kartu kuning atau kartu merah, bisa jadi strategi yang diterapkan pelatih tidak berjalan di lapangan, atau pelatih tidak bisa memainkan skema yang diinginkan.

Karena itu, Timnas Indonesia U-23 perlu lebih cermat lagi dalam mengontrol emosi dan mental mereka di laga-laga ke depan.

Timnas Indonesia U-23 tergabung ke dalam 'grup neraka' di SEA Games 2019 bersama Vietnam dan Thailand di Grup B. Vietnam dan Thailand merupakan tim kuat ASEAN. Bersyukur di laga pertama Indonesia bisa mengalahkan Thailand 2-0.

Dengan menumbangkan Thailand, Indonesia kini hanya perlu bermain konsisten di pertandingan-pertandingan berikutnya, termasuk melawan Vietnam.

Sisi Buruk di Balik Kesempurnaan Indonesia pada SEA Games
Jika tidak bisa menang lawan Vietnam, Indonesia setidaknya perlu bermain imbang dalam laga tersebut. Hal itu guna menghindari kemenangan Thailand atas Vietnam. Karena setelah hitung-hitungan poin, penentu lolos tidaknya sebuah tim ke semifinal adalah selisih gol dan jumlah gol yang dicetak.

Dalam dua pertandingan awal Timnas Indonesia U-23 kalah selisih gol dari Vietnam dan Thailand. Saat ini Vietnam surplus 11 gol, sedangkan Thailand 5 gol. Meski menang dalam dua laga, Indonesia hanya surplus 4 gol.

Indonesia bisa dalam bahaya jika sampai kalah dengan Vietnam atau kehilangan poin di satu laga lain di sisa tiga pertandingan ke depan. Karena dengan begitu, poin Indonesia akan sama dengan Thailand, tetapi selisih poin Gajah Perang bisa lebih unggul atas Indonesia. Dengan catatan, Thailand juga memenangi semua pertandingan tersisa.

Maka dari itu, untuk bisa konsisten memenangi pertandingan tersisa, Indra Sjafri membutuhkan skuat yang lengkap dan bugar. Salah satu kuncinya Timnas Indonesia U-23 perlu bersabar serta menjaga perliaku di lapangan.

Sejauh ini Timnas Indonesia U-23 memiliki performa yang apik di SEA Games 2019. Indonesia tampil bagus dan sempurna di dua pertandingan awal.

Ketika memiliki masalah, seperti saat sulit membobol gawang Singapura, Indonesia selalu memiliki solusi, di antaranya lewat Osvaldo Haay.

Di Grup B, Timnas Indonesia U-23 menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan dalam dua pertandingan. Timnas Indonesia u-23 akan makin lengkap jika bisa mengontrol diri dalam pertandingan. (sry/sry)