Sebelumnya sempat ramai dikabarkan atlet senam lantai, Shalfa Avrila Siani, dicoret dari pelatnas SEA Games pada tahun lalu karena dituding pelatih tidak lagi perawan.
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto kemudian segera berkomunikasi dengan pihak tim senam lantai untuk mengonfirmasi kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi pertandingan senam artistik. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Yang benar kata Pak Indra [pelatih di Jawa Timur] bahwa atlet tersebut tidak disiplin dan kurang fokus serta berdampak prestasi menurun sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games. Dia [Shalfa] kemudian digantikan atlet lain yang peringkatnya jauh lebih baik," demikian keterangan Kemenpora melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
"Yang benar katanya terkait dengan masalah kondisi prestasi sehingga tak ada hubungannya dengan masalah cek keperawanan."
"Sesuai dengan Perpres 95 tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di Cabor [Cabang Olahraga], bukan di Kemenpora maupun KONI," jelas pihak Kemenpora.
Meski demikian, Kemenpora akan terus mengecek kebenaran soal keterangan tersebut.
"Kepada seluruh Cabor kami ingatkan tidak menimbulkan kehebohan sekecil apapun karena akan berdampak pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan," demikian pernyataan Kemenpora.
Sebelumnya manajer senam nomor aerobik, Jasperine Ramona Nanletta, sempat angkat bicara terkait isu atlet senam dicoret karena tidak perawan.
Lihat juga:Bali United di Ambang Juara Liga 1 2019 |
Posisi Shalfa yang turun di nomor senam artistik putri kemudian digantikan Yogi Novia Laila Ramadani.
"Tidak mungkin dicoret karena alasan tidak perawan. Tapi kalau dia cedera ya diganti, kami mau hasil maksimal, jadi kalau cedera buat apa nanti hasilnya jadi tidak maksimal," ujar Jasperine.
Berbeda dari Jasperine, manajer senam artistik Dian Arifin enggan memberikan keterangan karena ingin fokus di SEA Games.
"Sekjen PB Persani sedang menyiapkan klarifikasi nantinya," demikian tutur Dian.
Sementara itu CNNIndonesia.com sebelumnya sudah mencoba menghubungi kuasa hukum pihak keluarga Shalfa, Imam Muklas, untuk memastikan kabar itu. Namun, belum ada respons hingga berita ini diturunkan. (ttf/frd/vws)
Ilustrasi pertandingan senam artistik. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)