Federasi Hoki Asia (AHF) menolak timnas hoki putra dan putri Indonesia yang tampil di SEA Games edisi ke-30 ini karena masalah dualisme asosiasi.
Hoki Indonesia memiliki dua lembaga, Pengurus Besar Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PB PHSI) dan Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di SEA Games 2019 atlet yang dikirimkan merupakan atlet yang bernaung di bawah FHI. Namun, FHI ternyata tidak berafiliasi dengan Federasi Hoki Internasional (FIH).
Gatot mengakui Kemenpora mengetahui konflik internal di dalam kepengurusan hoki. Namun, pemerintah disebut tidak akan campur tangan dengan urusan internal masing-masing cabor.
Ilustrasi hoki. (Istockphoto/Nikada) |
Gatot membantah pemerintah kecolongan terkait keberadaan atlet hoki yang dikirim ke SEA Games 2019 bukan berasal dari asosiasi yang tidak berafiliasi dengan federasi internasional. Kemenpora sejak awal sudah meminta agar permasalahan ini diselesaikan secara internal.
[Gambas:Video CNN]
"Jangan salahkan publik kalau nanti penilaian terhadap hoki jadi buruk. KOI sudah kirim surat kepada PHISGOC. Tapi ternyata belum ampuh untuk bisa membantu menyelesaikan masalah ini di sana. Jadi pemerintah akan bantu kirim surat lagi supaya atlet-atlet hoki ini bisa tetap tampil."
"Kami sama sekali tidak mau menyalahkan Filipina soal kondisi ini. Kami anggap pengurus hoki ini keterlaluan karena tidak mendukung program pemerintah," tutur Gatot melanjutkan.
Sebelumnya saat dikonfirmasi terpisah Harry Warganegara mengatakan masih melobi PHISGOC maupun FIH supaya atlet Merah Putih yang sudah berada di Filipina bisa bertanding.
Dijelaskan CEO Federasi Hoki Asia, Datuk Tayyab Ikram, timnas putra dan putri hoki Indonesia tidak bisa bermain lantaran kedua tim itu tidak mengirimkan daftar pemain sampai batas waktu yang ditetapkan.
Persoalan itu muncul karena keberadaan dua organisasi hoki Indonesia, PB PHSI dan PP FHI. (ttf/har)
Ilustrasi hoki. (Istockphoto/Nikada)