Dengan lompatan sejauh 6,47m, atlet berusia 29 tahun itu mengalahkan Parinya Chuaimaroeng asal Thailand yang harus puas di peringkat dua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah saya hitung ini SEA Games ke-6 dan medali ke-12. Sepertinya ini menjadi penutup tapi bagaimana nanti dari PB PASI. Kalau untuk mendampingi atlet junior saya mungkin bisa bertahan, hanya tidak akan lama," kata Maria usai dikalungi medali emas.
Sebelumnya di hari kedua pertandingan atletik, Sabtu, Maria harus puas dengan medali perak di nomor lompat jangkit setelah lompatan sejauh 13,60m dikalahkan Chuaimaroeng yang meraih emas dengan lompatan sejauh 13,75 meter.
Perunggu lompat jangkit diraih atlet Vietnam lainnya, Thi Men Vu dengan catatan 13,55m.
Maria pun memperbaiki catatannya di SEA Games 2017 ketika dia meraih perak di nomor lompat jauh dan lompat jangkit dengan satu emas dan satu perak di Filipina.
Maria sejak turun di SEA Games 2009 di Laos selalu meraih medali di nomor lompat jauh dan lompat jangkit, capaian terbaiknya diraih di Myanmar pada 2013 dan Singapura dua tahun berselang di mana ia menjuarai kedua nomor itu.
Pada 2014, Maria membuat kejutan dengan meraih emas nomor lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
Maria Londa berencana pensiun di SEA Games. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Cedera yang ia derita setelah SEA Games 2015 di Singapura menjadi awal kegalauan atlet kelahiran Denpasar, Bali itu.
Hingga pada awal tahun lalu, Maria ingin memutuskan untuk pensiun menyusul cedera achilles dan tumit yang ia alami ketika latihan.
Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua kemungkinan akan menjadi ajang multi event terakhir yang ia ikuti untuk menggenapi 20 tahun kariernya sebagai atlet. (antara/jun)

Maria Londa berencana pensiun di SEA Games. (CNN Indonesia/Andry Novelino)