Catatan terbaik itu saat Indonesia berstatus kontestan di luar negeri. Pada SEA Games 2001 di Kuala Lumpur Malaysia, Indonesia meraih 72 emas dan berada di peringkat ketiga.
Lihat juga:Vietnam, Tim Paling Sial di Final SEA Games |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praveen/Melati menyumbang medali emas ke-72 Indonesia di SEA Games 2019. (Dok. PBSI) |
Dari cabang panahan, satu medali emas masih diharapkan bisa diraih. Balap sepeda juga masih ada dua medali emas yang belum diraih dari tiga target yang diprediksi.
Cabor e-sport, karate, tinju, soft tenis, voli indoor juga masing-masing menyisakan satu medali emas untuk diperebutkan. Masih ada dua target medali yang diprediksi dari taekwondo.
[Gambas:Video CNN]
Satu tambahan emas yang diprediksi juga datang dari cabor sepak bola di mana Timnas Indonesia bakal menghadapi Vietnam dalam perebutan di final, Selasa (10/12).
"Bismillah antara 72-77 medali emas masih bisa kita raih sampai hari terakhir," kata Harry kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/12).
Lewat perolehan 68 medali emas yang diraih Kontingen Indonesia sampai Senin (9/12) pukul 13.00 waktu Manila, Indonesia sudah melewati pencapaian 64 emas di SEA Games 2013.
Bahkan jika masih ada kejutan-kejutan dari cabor-cabor yang masih bertanding sampai akhir, Indonesia bisa mengulang rekor di SEA Games 1991 di Filipina dengan tembus 92 emas.
"Satu-satu dulu kita capainya. Semoga bisa memenuhi target yang diinginkan pemerintah dan Presiden Joko Widodo [menempati posisi kedua di klasemen akhir]," ungkap Harry.
"Saya belum bisa bicara itu sekarang. Kami harus berkoordinasi lebih dulu soal peluang ini dengan NOC [Nationa Olympic Committee], KONI dan CdM serta cabor-cabor. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya. (ttf/bac)
Praveen/Melati menyumbang medali emas ke-72 Indonesia di SEA Games 2019. (Dok. PBSI)