Bambang Pamungkas bukan hanya jago meliuk-liuk di lapangan hijau. Mantan striker Persija Jakarta ini merupakan segelintir dari pesepakbola cerdas di luar lapangan.
Lihat juga:Bambang Pamungkas Resmi Pensiun |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang Jakmania yang melukiskan tato wajah Bepe di lengannya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Kegandrungannya menulis dalam situs, Bambangpamungkas20.com, menunjukkan Bepe bukan pesepakbola biasa di Indonesia.
Dia bukan hanya terampil di lapangan hijau. Pria kelahiran Getas itu juga cerdas mengekspresikan pemikirannya dalam tulisan.
Bepe merupakan ikon Persija meski pernah merapat di Pelita Bandung Raya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Bukan hanya artikel-artikel buah pikirannya yang dia tulis di Blog tersebut. Bepe juga menulis sebuah novel bersambung: Victory.
Lihat juga:Akhir 20 Tahun Karier Bambang Pamungkas |
Bepe juga pesepakbola spesial di media. Striker yang gemar memasak itu bukan hanya piawai merangkai kata-kata menjawab pertanyaan para jurnalis di konferensi pers. Suami dari Tribuana Tungga Dewi itu punya pakem ketat terhadap para jurnalis.
[Gambas:Video CNN]
Bepe tak pernah mau diwawancara secara 'door stop' atau insidental dari jurnalis terutama dari media cetak. Si wartawan biasanya diminta mengirimkan pertanyaan melalui surel untuk dijawab.
Cara ini terkesan arogan bagi sebagian jurnalis. Tapi begitulah Bepe. Dia tampaknya ingin semua dilakukan secara teratur dan rapi.
Pengalamannya pernah merumput di Eropa bersama EHC Norad, bisa jadi yang memengaruhi pencitraan Bepe. Di sepak bola Eropa, tak sedikit pemain yang hanya mau bersedia diwawancara saat konferensi pers. (bac/ptr)
Salah seorang Jakmania yang melukiskan tato wajah Bepe di lengannya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Bepe merupakan ikon Persija meski pernah merapat di Pelita Bandung Raya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta)