Itu diungkapkan Bepe, sapaan akrab Bambang, di sesi konferensi pers usai Persija dikalahkan Persebaya Surabaya 1-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (17/12).
Lihat juga:Bambang Pamungkas Resmi Pensiun |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa dibandingkan cedera saya paling banyak dalam 10 tahun terakhir. Ini waktu yang tepat [untuk pensiun]. Persija sekarang juga ada [Marko] Simic dan tak ada keraguan [atas kemampuan Simic]," jelasnya.
Suporter memadati laga perpisahan Bambang Pamungkas dengan Persija Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Bepe juga hanya diberi kesempatan bermain di 15 menit terakhir jelang laga berakhir. Ia menggantikan Sandi Sute di menit ke-75.
"Apapun hasilnya. Saya pikir saya tidak memikirkan hasilnya. Pada akhirnya saya bisa merasa lega karena bisa mengakhiri karier dengan baik walaupun hasilnya tidak baik, tapi cukup wajar," ungkap Bepe yang telah dua kali mempersembahkan gelar juara buat Persija, yakni pada 2001 dan 2018.
[Gambas:Video CNN]
Pemain yang mengakhiri kariernya di usia 39, atau setelah 20 tahun berkarier, justru mengapresiasi sambutan supporter Persija yang luar biasa.
"Itu tanda saya sangat dicintai disini. Saya merasa bahwa saya sudah mengatakan dengan baik. Jangan buat saya nangis di lapangan," sebut Bepe.
Setelah resmi pensiun, Bepe belum menyebut langkah yang bakal diambil ke depan. Ia mengatakan bahwa tidak akan terlalu jauh, tapi juga tidak terlalu dekat dengan sepak bola.
"Kita lihat nanti [mau apa ke depannya]. Sampai saat ini saya belum tertarik untuk menggeluti jadi pelatih. Ada sih tertarik ketika melihat teman. Tapi untuk saat ini minimal beberapa bulan ini saya mau menikmati dulu [masa pensiun]," ujar Bepe. (ttf/nva)
Suporter memadati laga perpisahan Bambang Pamungkas dengan Persija Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)