Indonesia mendapat satu slot di kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) dan satu tiket di Piala AFC 2020. Tim juara Liga 1 2019 Bali United jadi wakil di Liga Champions Asia sementara kuota Piala AFC jadi milik PS Makassar yang berstatus juara Piala Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya peluang itu tidak ada, karena tidak tergantung kami. Tapi terganung sukses atau tidak Bali United di Liga Champion Asia," kata pelatih Persipura Jacksen F Tiago kepada CNNIndonesia.com, Kamis (19/12) siang.
Selain Persipura yang saat ini berada di urutan kedua dengan 52 poin, ada juga Persebaya (51 poin), Bhayangkara (50 poin), Borneo FC (50 poin), dan Madura United (50 poin).
"Kalau Bali United lolos ke ACL, baru ada jatah tambahan [tiket ke Piala AFC]. Tapi Bali United harus bisa mengalahkan lawan dari klub asal Singapura, Australia, dan Jepang lebih dulu. Sehingga itu [runner up tampil di Piala AFC) adalah sebuah harapan palsu sebenarnya. Setelah membaca regulasinya, itulah kesimpulannya," ujarnya.
Bukan tidak berharap bisa membawa Persipura ke Asia, tapi Jacksen mengatakan bisa berada di posisi kedua tanpa embel-embel tiket Piala AFC saja sudah merupakan pencapaian luar biasa. Jacksen baru menjadi juru taktik Mutiara Hitam di pertengahan Liga 1 2019 menggantikan posisi Luciano Leandro.
Saat Jacksen datang, Persipura tersungkur di urutan ke-17 klasemen sebelum akhirnya merangkak naik ke posisi dua besar sampai saat ini.
Di sisi lain, Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji mengungkapkan peluang Persipura dan Persebaya lebih besar untuk menjadi runner up Liga 1 2019 ketimbang timnya yang kini berada di posisi keempat klasemen. Termasuk kans tampil di Piala AFC.
"Seharusnya secara otomatis harusnya runner up pasti tampil di Piala AFC. Tapi sepertinya peluangnya ada di Persebaya dan Persipura," ujar Sumardji. (ttf/jun)
