Kurniawan mengungkapkan sebenarnya ada beberapa klub yang mendekatinya. Selain Sabah FA, ada pula klub dari Indonesia yang enggan ia sebut namanya.
Lihat juga:Egy Maulana Raih Penghargaan di Polandia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurniawan Dwi Yulianto bertugas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama) |
[Gambas:Video CNN]
"Tapi karena saya sangat menghormati kontrak dengan PSSI, maka saya baru mau bicara dengan klub-klub yang memberikan penawaran setelah kontrak habis," ujarnya.
Sabah FA menunjukkan keseriusan dengan mendatangi Kurniawan untuk membicarakan kontrak, Kamis (19/12) malam. Kurniawan yang juga mantan pemain Timnas Indonesia itu juga sudah melakukan pemaparan program pada klub yang promosi usai jadi juara Malaysia Premier League 2019.
"Ini juga jadi tantangan buat pribadi saya, karena saya bisa melatih di luar negeri. Ini jadi kali pertama saya menjadi pelatih kepala klub dan di luar negeri. Saya memulai awal karier bermain sepak bola di luar negeri [klub asal Swiss, FC Luzern pada 1994-1995]. Sekarang saya mengawali karier sebagai pelatih juga di luar negeri," jelas Kurniawan.
Kurniawan jadi pelatih kedua asal Indonesia yang berkarier di Negeri Jiran. Legenda Timnas Indonesia itu mengikuti jejak Rahmad Darmawan yang pernah berkarier sebagai pelatih T-Team FC. (ttf/jal)
Kurniawan Dwi Yulianto bertugas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2019. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama)