Indonesia bertekad memiliki pencapaian yang lebih baik dibandingkan dengan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, saat tampil di Olimpiade tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk target medali, saya kira harus lebih dari satu emas. Nanti, tim analisis kami bersama CdM akan berkomunikasi dengan cabang olahraga, karena cabor yang lebih paham soal potensi medali," ujar Okto kepada wartawan, Selasa (31/12).
Badminton masih jadi andalan Indonesia meraih emas di Olimpiade 2020. (STR / AFP) |
"Saya kira bulutangkis dan angkat besi masih menjanjikan untuk medali. Firasat saya sebagai Ketua NOC bakal banyak kejutan di Tokyo nanti. Panahan dan menembak juga bisa kasih medali," tutur Okto kepada CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
Selain target medali, NOC juga ingin kontingen Indonesia mengirimkan jumlah atlet yang lebih banyak di Olimpiade 2020 dibanding Olimpiade sebelumnya.
"Momentum tertinggi kita itu [mengirimkan atlet ke Olimpiade] tahun 2000 di Sydney. Saat itu kita mengirimkan sampai 47 atlet. Setelah itu 38 atlet di Beijing, 24 atlet di Athena, 22 atlet di London dan 28 atlet di Rio de Janeiro," kata Okto.
Selanjutnya masih ada 74 atlet dari 16 cabang olahraga yang masih mengikuti kualifikasi dan prakualifikasi sampai April 2020. Cabor karate, bola voli, panjat tebing, selancar, dan skateboard disebut bisa jadi kejutan lolos ke Olimpiade 2020. (ttf/sry)
Badminton masih jadi andalan Indonesia meraih emas di Olimpiade 2020. (STR / AFP)