Begitu 2019 selesai, salah satu statistik yang mencuri perhatian adalah milik Lingard. Ia 'berhasil' melalui 2019 dengan catatan tanpa gol dan tanpa assist di Liga Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama-nama yang disebut itu adalah pemain belakang Liga Inggris, sedangkan Lingard adalah pemain yang biasa beroperasi sebagai penyerang sayap. Karena itu rekor '0 gol dan 0 assist' di Liga Inggris adalah sebuah rekor yang penuh keajaiban.
Dalam lima pertandingan terakhir, Lingard tiga kali jadi pemain inti dan dua kali jadi pemain pemain pengganti. Setiap jadi pemain inti, Lingard pasti selalu ditarik keluar. Lingard tak bisa jadi andalan ketika dipercaya sebagai pemain inti dan tak mampu memberikan solusi ketika dipercaya sebagai pengganti. Terakhir Lingard menjadi starter saat MU dikalahkan Arsenal.
Jesse Lingard masih terus dipercaya oleh Ole Gunnar Solskjaer. (GEOFF CADDICK / AFP) |
"Saya ingat ketika saya memberi debut Lingard di tim pengganti, yaitu laga tandang ke Burnley. Dalam waktu dua menit, sosok Lingard kecil yang seharusnya masih ada di tim muda itu berhadapan satu lawan satu dengan bek bertubuh besar, yaitu Kevin Long. Pemain bertubuh kecil itu tidak terlihat takut," kata Solskjaer saat itu, dikutip dari situs resmi.
Ketika Lingard mencetak satu gol ke gawang Astana yang membuat MU menang 2-1, reaksi Solskjaer serasa telah melihat Lingard membawa Manchester United meraih treble winners di akhir musim. Di laga itu Lingard menjadi kapten dan memimpin pemain-pemain muda MU yang mendominasi line up.
"Mencetak gol adalah hal penting bagi penyerang dan tentu saja Jesse mencetak gol yang sangat bagus."
"Namun saya rasa performa yang dia tampilkan ada di level atas. Dia memimpin tim dengan contoh lewat energi dan pergerakan yang ia tunjukkan. Dia mencetak gol dan sangat hebat di ruang ganti," ujar Solskjaer.
Rasa optimisme Solskjaer terus terpancar di awal tahun ini. Ia yakin Lingard akan memasuki periode bagus dalam kariernya.
Ole Gunnar Solskjaer terus memberikan kepercayaan pada Jesse Lingard. (GEOFF CADDICK / AFP) |
Melihat Lingard masih sering menghiasi susunan pemain Manchester United adalah sebuah indikasi jelas bahwa The Red Devils sedang mengalami degradasi kualitas.
Di era 2000-an, Carlos Tevez harus rela berbagi peran dan akhirnya memutuskan pindah karena ketatnya persaingan dengan Cristiano Ronaldo, Dimitar Berbatov, dan Wayne Rooney untuk memperebutkan posisi di lini depan. Michael Owen juga tak punya banyak waktu untuk mengisi posisi di lini depan 'Setan Merah'
Beberapa musim sebelumnya, Diego Forlan tak mampu menembus skuat utama Manchester United dengan talenta luar biasa yang ia miliki. Ia harus puas sebagai cadangan Ruud van Nistelrooy.
[Gambas:Video CNN]
Solskjaer sendiri pasti merasakan sulit dan kerasnya menembus skuat utama Manchester United. Ia harus puas sebagai pemain cadangan dengan status supersub saat aktif bermain karena kesulitan menyeruak di persaingan Dwight Yorke dan Andy Cole.
Giliran Solskjaer yang tampil mengilap di musim 2001/2002, maka Cole dan Yorke yang harus menerima nasib bahwa waktu mereka telah habis.
Lingard tentu terlihat hebat karena ia bisa bertahan di Manchester United dengan statistik ajaib yang ia miliki. Namun bagi penggemar Manchester United, jelas ini sebuah tragedi. (har)
Jesse Lingard masih terus dipercaya oleh Ole Gunnar Solskjaer. (GEOFF CADDICK / AFP)
Ole Gunnar Solskjaer terus memberikan kepercayaan pada Jesse Lingard. (GEOFF CADDICK / AFP)