Grup Neraka di sepak bola biasa dikenal sebagai grup yang diisi oleh 2-3 negara kuat yang sudah harus bertemu di babak penyisihan. Sedangkan ketika Iran dan AS berada di grup yang sama di Piala Dunia 1998, grup tersebut berarti grup neraka dalam arti yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana laga AS vs Iran sebelum pertandingan di Piala Dunia 1998. (ERIC FEFERBERG / AFP) |
Lewat negosiasi, akhirnya tim AS bersedia mengambil peran sebagai tim yang berjalan ke arah Iran. Pemain-pemain Iran lalu membawa buket bunga mawar putih pertanda perdamaian di laga tersebut. Kedua tim akhirnya foto berdampingan dan berbaur, tak seperti foto dua tim sebelum pertandingan dimulai pada umumnya.
Pendukung AS dan Iran berdampingan di tribune. (PATRICK KOVARIK / AFP) |
"Saya akan mengingat foto itu dalam sisa hidup saya. Kita semua manusia. Kita bukan musuh. Kita bisa bermain bersama, saling menghormati, berjabat tangan, saling mengucapkan selamat, dan kemudian fokus pada laga selanjutnya."
"Kita melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kepada semuanya bahwa kita memiliki sejarah sendiri dan kita berada di sini bukan untuk bertarung. Kita ada di sini untuk memainkan olahraga," kata pelatih Iran di Piala Dunia 1998, Jalal Talebi, dikutip dari Guardian.
Panas Penuh Sportivitas di Lapangan
Duel Iran lawan AS di lapangan berlangsung panas. Tekel-tekel keras bermunculan namun semua masih berbalut dalam sportivitas.
Empat menit jelang babak pertama usai, Iran mampu merobek gawang AS lewat sundulan Hamid Estili. Upaya Kasey Keller menjangkau bola tak berhasil sehingga Iran unggul satu gol di babak pertama.
Masuk ke babak kedua, Iran berhasil memanfaatkan kelengahan AS yang coba mencari gol penyama kedudukan.
Hamid Estili mencetak gol pertama untuk Iran ke gawang AS. (ERIC FEFERBERG / AFP) |
Bintang AS, Kevin McBride sempat memperkecil skor menjadi 1-2 di menit ke-87. Namun tak ada gol yang tercipta lagi di sisa waktu sehingga Iran meraih kemenangan perdana di Piala Dunia dengan cara terbaik, menaklukkan AS.
[Gambas:Video CNN]
Kemenangan atas AS ini disambut gegap-gempita di Iran. Para penduduk turun ke jalan merayakan kemenangan bersejarah ini.
AS yang kalah di laga ini juga tak sepenuhnya tertunduk karena kalah. Kalimat Jeff Agoos jadi salah satu gambaran menarik dari laga ini.
Suasana laga AS vs Iran sebelum pertandingan di Piala Dunia 1998. (ERIC FEFERBERG / AFP)
Pendukung AS dan Iran berdampingan di tribune. (PATRICK KOVARIK / AFP)
Hamid Estili mencetak gol pertama untuk Iran ke gawang AS. (ERIC FEFERBERG / AFP)