Di laga leg pertama semifinal Piala Liga Inggris itu, Guardiola memilih komposisi starter yang tergolong berani. Ia tidak memakai satu pemain pun yang berposisi asli sebagai striker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pep Guardiola melakukan terobosan dengan membuat dua False Nine. (AP Photo/Rui Vieira) |
Silva bahkan jadi pemain terbaik di laga ini. Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk gol yang dicetak Riyhad Mahrez.
Inovasi taktik menggunakan dua false nine ini bukan yang pertama kali dilakukan Guardiola. Ia pernah memperkenalkan skema false nine saat masih menukangi Barcelona.
Di musim 2009/2010, Guardiola memutuskan untuk menggunakan Lionel Messi sebagai false nine di lini depan Blaugrana.
Perubahan posisi Messi itu berandil besar atas gelimang gelar tim Catalan. Di era Guardiola, Barcelona meraih 14 gelar di antaranya tiga gelar Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions.
Lihat juga:Sihir Guardiola Buat MU Bak Tim Semenjana |
Jika menengok jauh ke belakang peran sebagai false nine sudah ada pada 1930 di timnas Austria. Ketika itu, striker Matthias Sindelar berperan sebagai pemain yang kerap bergerak untuk mencari ruang di antara pemain belakang dan gelandang lawan. (jal/bac)
Pep Guardiola melakukan terobosan dengan membuat dua False Nine. (AP Photo/Rui Vieira)