Kekalahan 1-3 dari Manchester City pada leg pertama semifinal Piala Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (7/1) malam waktu setempat, menunjukkan MU memiliki masalah besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU bermain tanpa arah di babak pertama. Tuan rumah bahkan beruntung tidak kebobolan lebih dari tiga gol di babak pertama. Man City menjadi tim lawan pertama sejak Middlesbrough pada Mei 1997 yang mampu mencetak tiga gol ke gawang MU di Old Trafford pada babak pertama.
Manchester United dipermalukan Man City di Old Trafford. (AP Photo/Jon Super) |
Guardiola memainkan Bernardo Silva dan Riyad Mahrez sebagai dua false nine. Hasilnya cukup luar biasa, Man City bisa unggul tiga gol di babak pertama dan kedua pemain itu mampu mencetak gol. Guardiola seakan-akan ingin menunjukkan ilmu melatihnya jauh di atas Solskjaer. Guardiola sudah memetik pelajaran dari kekalahan melawan MU di Liga Inggris musim ini.
Kekalahan dari Man City menunjukkan MU masih jauh dari kata bangkit. Sejak kepergian Fergie pada 2013, MU seakan-akan salah asuh. Kepemimpinan buruk Ed Woodward sebagai wakil presiden klub sejak Ferguson pensiun menjadi salah satu penyebabnya.
Dalam enam tahun terakhir MU yang dipimpin Woodward sering mengambil keputusan dan perekrutan pemain yang salah. Dengan latar belakang sebagai akuntan, Woodward sering blunder dalam transfer permain. Terakhir pria 48 tahun itu dikritik karena membuang kesempatan merekrut Erling Haaland yang memilih bergabung dengan Borussia Dortmund.
Selama melatih MU, Mourinho sering mengkritik manajemen klub yang tidak mau berusaha keras untuk mendapatkan pemain yang diinginkannya. Padahal The Special One hingga kini tercatat sebagai pelatih tersukses MU sejak era Fergie dengan membawa klub menjadi runner-up pada musim 2017/2018.
"Ini bukan skuat kami. Penambahan kekuatan? Maksud Anda pemain yang ingin saya beli, itu hal lain. Tapi ini bukan skuat saya. Saya ingin dua pemain lagi, tapi mungkin saya hanya akan dapat satu. Saya sudah memberi lima nama pemain ke klub beberapa bulan lalu," ujar Mourinho usai Piala Dunia 2018.
Buang Uang Tanpa Arah
Sebenarnya manajemen MU tidak pelit dalam mengeluarkan uang untuk pembelian pemain. MU tercatat mengeluarkan uang hingga 840,15 juta poundsterling atau setara Rp15,3 triliun sejak ditinggal Ferguson.
[Gambas:Video CNN]
Jumlah itu terbilang luar biasa besar. Namun, MU sering salah di bursa transfer. Membayar mahal pemain yang tidak seharusnya. Contoh teranyar MU membeli Harry Maguire hingga 80 juta poundsterling dan menjadikannya bek termahal dalam sejarah.
Masalah yang muncul di MU soal pembelian pemain adalah, mereka tidak mampu memanfaatkan pemain baru secara maksimal. Pemain yang dibeli dengan mahal justru kemudian dilepas dengan harga lebih murah, seperti Angel Di Maria dan Memphis Depay.
Angel Di Maria bersinar bersama PSG setelah dijual MU. (AP Photo/Francois Mori) |
"Saya melihat klub yang sedih. MU menjual pemain yang tidak akan pernah saya jual, membeli pemain yang tidak pernah saya beli. Saya tidak akan pernah menjual Angel Di Maria, Javier Hernandez, Danny Welbeck. Tidak pernah. Tidak ada kesempatan," ujar Mourinho tidak lama setelah resmi menjadi pelatih MU.
Manchester United dipermalukan Man City di Old Trafford. (AP Photo/Jon Super)
Angel Di Maria bersinar bersama PSG setelah dijual MU. (AP Photo/Francois Mori)