Selain Shin Tae Yong yang menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia, sosok asal Korsel lain juga menempati posisi penting. Mulai dari level senior hingga kelompok umur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia akan akan ditangani Shin Tae Yong selama empat tahun ke depan. (AP Photo/Aaron Favila) |
Hal ini dikarenakan eks pelatih timnas Korsel U-20 itu jadi suksesor Fakhri. Tak seperti Simon yang gagal, Fakhri terhitung sukses sejak dipercaya PSSI menukangi Timnas Indonesia U-16.
Legenda Tim Merah Putih itu mempersembahkan gelar Piala AFF U-16 pada 2018. Selain itu, Fakhri mengantarkan Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia yang akan berlangsung di Uzbekistan, Oktober 2020.
Kehadiran Gong Oh Kyun pun bukan jaminan ia bisa sukses seperti Fakhri.
Posisi Fakhri Husaini sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19 digantikan Gong Oh Kyun. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Timnas Korsel merupakan langganan peserta Piala Dunia bersama tim-tim kuat Asia lain seperti Jepang dan Iran. Korsel juga menempati posisi kelima dalam ranking kompetisi AFC pada 2019. Korsel hanya berada di bawah China, Qatar, Jepang, dan Arab Saudi.
Pembinaan pemain di Korsel juga berjalan baik. Setelah generasi Park Ji Sung dan kawan-kawan yang sempat bikin geger karena lolos hingga semifinal Piala Dunia 2002, Korsel bisa memunculkan pemain-pemain berbakat yang merambah Eropa.
Sebut saja Son Heung Min (Tottenham Hotspur), Hwang Hee Chan (Red Bull Salzburg), dan Lee Kang In (Valencia).
Park Hang Seo berhasil membuat Vietnam jadi kekuatan baru di kawasan Asia. (CNN Indonesia/Surya Sumirat) |
Mantan asisten Guus Hiddink di Piala Dunia 2002 itu didatangkan pada 2017. Dalam kurun waktu dua tahun, pelatih berusia 61 itu membuat Vietnam meraih hasil mengesankan dari timnas kelompok umur hingga senior.
Lihat juga:FOTO: Detik-detik Messi dan Joao Felix Ribut |
[Gambas:Video CNN]
Perlahan Vietnam menggeser Thailand yang sebelumnya jadi penguasa di kawasan Asia Tenggara.
Di jajaran staf pelatih, Hang Seo melibatkan tiga orang pelatih lokal dan hanya dua pelatih yang sama-sama berasal dari Korsel. Uniknya, Hang Seo mempercayakan pelatih fisik pada pelatih Korsel sama seperti yang dilakukan Tae Yong yang menunjuk Jae Hong.
Pembinaan pemain yang melibatkan ketiga pihak itu menghasilkan pemain-pemain berbakat yang konsisten menghiasi timnas mulai dari kelompok umur hingga senior di Vietnam. Hal inilah yang wajib diperhatikan oleh PSSI.
Maju atau tidaknya Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada sang peracik strategi. Karena siapa pun pelatihnya akan mengalami kesulitan jika tidak memiliki sumber daya manusia, dalam hal ini ketersediaan pemain-pemain berbakat yang konsisten muncul.
Kehadiran pelatih fisik asal Korsel ini bisa mudah dipahami mengingat penyakit Timnas Indonesia yang selalu kehilangan tenaga di 30-20 menit terakhir pertandingan. Tae Yong pun sudah tahu kelemahan tersebut dan ia menekankan pentingnya fisik yang prima agar bisa tampil stabil selama 90 menit.
Hal itu pula yang terlihat dari Vietnam sejak diasuh Hang Seo. Timnas mulai dari kelompok umur hingga senior tidak memperlihatkan tanda-tanda penurunan performa walau bermain dengan pressing ketat di setiap pertandingan. (har)
Timnas Indonesia akan akan ditangani Shin Tae Yong selama empat tahun ke depan. (AP Photo/Aaron Favila)
Posisi Fakhri Husaini sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19 digantikan Gong Oh Kyun. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Park Hang Seo berhasil membuat Vietnam jadi kekuatan baru di kawasan Asia. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)