Hafiz/Gloria yang hanya sekali menang dari enam pertemuan sebelumnya dengan Zheng/Huang mengawali pertandingan dengan baik.
Lihat juga:Kontroversi di Laga Tottenham vs Liverpool |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan-serangan Zheng/Huang pun kerap menghasilkan poin. Dalam 13 menit Hafiz/Gloria mengalami kekalahan 13-21.
Bola-bola silang yang dikombinasikan pukulan cepat menjadi andalan Zheng/Huang meraih poin demi poin dan meninggalkan Hafiz/Gloria.
[Gambas:Video CNN]
Selepas skor 7-11 pada interval, Hafiz/Gloria kembali kesulitan mengantisipasi bola-bola tajam yang dilepaskan Zheng/Huang.
Tak sekadar smes-smes kencang dari Zheng, penempatan bola yang cerdik dari Huang juga menambah poin dari pasangan China tersebut.
Hafiz/Gloria bukan tanpa peluang menyerang, hanya saja pertahanan Zheng/Huang terlihat begitu kukuh sehingga bola-bola yang ditempatkan Hafiz/Gloria bisa dikembalikan.
Hafiz/Gloria harus menyerah 12-21 pada gim kedua. Zheng/Huang akan berhadapan dengan sesama pasangan China, Wang Yilyu/Huang Dongping pada final yang berlangsung Minggu (12/1). (nva/sry)
