Indonesia tanpa wakil di babak final setelah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja tersungkur di babak semifinal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fajar/Rian gagal melangkah ke final Malaysia Masters 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon) |
Komentar tersebut bukan hanya mengecilkan Fajar/Rian, tetapi juga mengecilkan kehebatan Kevin/Marcus sebagai pasangan.
Sejak 2017, Kevin/Marcus sukses merajai BWF Tour dan hal itu adalah buah kerja keras mereka sendiri, tanpa ada team order alias perintah mengalah dari rekan setim dan bantuan rekan setim.
Kevin/Marcus bisa meraih puluhan gelar bergengsi dalam waktu singkat adalah bukti kehebatan mereka sebagai pasangan.
Ketika Fajar/Rian berhasil menaklukkan Minions, pujian tentu harus dialamatkan kepada Fajar/Rian. Mereka bisa mengalahkan Kevin/Marcus yang sulit ditembus oleh banyak ganda papan atas dunia.
Kevin/Marcus tersingkir di perempat final Malaysia Masters 2020 usai dikalahkan Fajar/Rian. (Dok. PBSI) |
Badminton adalah olahraga individu, terlepas mereka membawa nama negara dan berlatih bersama di pelatnas PBSI di Cipayung. Tiap-tiap pemain yang ada di dalamnya memiliki cita-cita yang sama, menjadi juara.
Karena itu, tak akan mungkin ada kepuasan sepenuhnya dalam hati pemain jika melihat teman senegara menjadi juara, meski hal itu lebih baik dibandingkan melihat pemain dari negara lain menjadi juara.
Meski ikut senang dan memberikan selamat, ada rasa tak mau kalah dalam diri mereka yang mendorong lahirnya kekecewaan, walau hal itu tak selalu diungkapkan. Terutama bila melihat teman dari nomor yang sama mampu melakukannya.
Mereka-mereka yang hadir di Cipayung ada dengan tujuan yang sama. Tujuan ini yang membuat persaingan sudah terasa ketat dan panas di hari-hari latihan.
[Gambas:Video CNN]
Dan latihan serta persaingan keras itu yang kemudian memunculkan pemain-pemain tangguh dan hebat di kejuaraan. Kevin/Marcus makin hebat karena sering bertarung dengan Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian di hari-hari latihan. Hal yang sama pun berlaku untuk Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian.
Begitulah rumus yang berlaku di Pelatnas Cipayung. Saling bahu-membahu dan bersaing untuk jadi kuat. Semangat berkompetisi dalam balutan sportivitas dan persaingan dalam balutan persahabatan.
Herry Iman Pierngadi pun sudah menempatkan diri dalam posisi pelatih dengan sebaik-baiknya. Ia berdiri di garis tengah dan membiarkan ganda terbaik yang menang di hari pertandingan.
Kegagalan meraih gelar di Malaysia Masters memang mengecewakan, terutama bagi nomor ganda putra yang terus berkuasa. Herry IP jelas bakal bergerak dan menemukan solusi atas batu sandungan kecil di awal 2020 ini.
Namun hal yang patut disorot tentu adalah kekalahan-kekalahan yang dialami oleh masing-masing pasangan, bukan malah menyudutkan dan menyalahkan kemenangan yang diraih dengan susah payah dan penuh perjuangan. (jal)
Fajar/Rian gagal melangkah ke final Malaysia Masters 2020. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Kevin/Marcus tersingkir di perempat final Malaysia Masters 2020 usai dikalahkan Fajar/Rian. (Dok. PBSI)