Alizadeh merupakan atlet taekwondo putri Iran yang sukses meraih medali perunggu di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ia memutuskan hijrah ke Eropa karena merasa tertindas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memakai apapun yang mereka perintahkan," kata Alizadeh, merujuk pada kerudung yang wajib dikenakan wanita muslim di depan publik.
Wanita kelahiran Karaj, 10 Juli 1998, itu mengaku terpaksa mengulangi hal yang diperintahkan. Ia pun menyebut keberadaan wanita dipandang sebelah mata di Iran.
"Tiada satupun dari kami yang berarti bagi mereka dan Tidak ada yang mengundang saya ke Eropa," tulis Alizadeh tanpa menyebutkan lokasi di mana ia tinggal saat ini.
Kabar hilangnya Alizadeh sempat mengejutkan pemerintah Iran. Politisi Iran Abdolkarim Hosseinzadeh menuding "pejabat-pejabat tidak becus" karena membiarkan "sumber daya manusia kabur".
Kantor berita semi-resmi Iran, Isna, membuat laporan yang menyebut: "Kejutan bagi taekwondo Iran. Kimia Alizadeh telah beremigrasi ke Belanda."
Alizadeh mengaku tak tahu harus mengatakan selamat tinggal atau belasungkawa. Ia tak mau membeberkan rencananya namun ia menegaskan tetap merasa sebagai "anak Iran" di manapun ia menetap.
Lihat juga:Menpora Malaysia Janji Urus Kento Momota |
Iran mengutuk keras serangan AS tersebut dan berjanji akan membalas kematian Soleimani. Sejumlah rudal dan roket menghantam basis AS di Irak. Salah satu rudal Iran secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina yang menewaskan 176 penumpang. (jun/nva)
