Menariknya, Tontowi sempat dikawal polisi menuju venue sebelum meraih kemenangan di debutnya dengan Apriyani.
Tontowi maupun Apriyani mengaku baru mengetahui jika ada jadwal pertandingan pada Selasa (14/1) pagi. Sebelumnya, mereka tercatat ada di daftar tunggu babak kualifikasi sehingga belum ada di jadwal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Tontowi Ahmad di lapangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Saya lagi latihan, Apri telepon saya. Terus saya merasa kayaknya bakal main nih. Saya siapkan baju, tapi pas dicari bajunya tidak ada. Lalu saya telepon istri saya minta disiapkan baju."
"Di jalan tadi juga ketemu teman saya [Polisi] jadi pakai voorijder jadi cepat. Terima kasih juga karena saya harus sampai dalam setengah jam ke Istora," jelas Tontowi usai pertandingan.
"Jadi tadi sudah buru-buru karena baru dikabarkan last minute. Tadi mainnya lebih menyesuaikan diri. Artinya, masih merasakan canggung, tapi sedikit demi sedikit kami mulai klop. Jadi mudah adaptasi," ujar Tontowi.
Tontowi mengaku sebelumnya juga sempat berlatih bersama Apriyani, tepatnya sebelum libur Natal 2019 lalu. Itu jadi satu-satunya modal latihan bersama keduanya untuk pertandingan pada hari ini.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, Tontowi yang pernah meraih medali emas Olimpiade 2016 bersama Liliyana Natsir itu mengaku tidak kesulitan mengatur pola main bersama Apriyani. Ia percaya secara individu Apriyani punya kemampuan sehingga tidak butuh adaptasi lama di pertandingan.
"Untuk hari ini kami mau fokus saja satu demi satu dengan Mas Owi [Tontowi Ahmad]. Doakan kami memberikan yang terbaik dan menunjukkan performa," kata Apriyani.
Di babak utama, Tontowi/Apriyani bakal menghadapi unggulan tujuh dari Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yujung, Rabu (15/1).
"Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami tapi kami mau menang," sebut Apri yang diamini Tontowi. (ttf/bac)
Aksi Tontowi Ahmad di lapangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)