Seto Didepak PSS, Netizen Ramaikan #BCSMelawan di Twitter

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 08:10 WIB
Seto Didepak PSS, Netizen Ramaikan #BCSMelawan di Twitter Seto Nurdiantoro didepak PSS Sleman. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen di jagad Twitter menggaungkan tanda pagar #BCSMelawan usai didepaknya pelatih Seto Nurdiantoro dari posisi tim pelatih PSS Sleman untuk kompetisi musim depan.

Terbuangnya Seto dari posisi pelatih PSS di musim depan diketahui dari peresmian Eduardo Perez sebagai arsitek baru klub berjuluk Super Elang Jawa itu pada Rabu (16/1).

Seto tidak lagi di tim kepelatihan PSS karena Eduardo Perez yang juga mantan asisten pelatih Luis Milla di Timnas Indonesia itu akan didampingi Danilo Fernando, Listianto Raharjo, dan Suwandi HS sebagai staf pelatih klub tersebut.


Mengetahui terdepaknya Seto Nurdiantoro dari posisi pelatih PSS membuat suporter klub tersebut mengamuk di media sosial Twitter. Netizen pun meneriakkan tanda pagar BCSMelawan.

Tagar tersebut trending setelah salah satu komunitas suporter PSS, Brigita Curva Sud (BCS), mengunggah pesan agar pendukung PSS menahan diri terkait didepaknya Seto oleh manajemen klub tersebut.

PSS (putih) tampil apik di Liga 1 musim lalu.Di bawah asuhan Seto Nurdiantoro, PSS (putih) tampil apik di Liga 1 musim lalu. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj)
"Jika tidak ada halangan, besok [Kamis] malam kita akan mengadakan forum besar. Untuk detail akan disampaikan besok siang," tulis BCS.

[Gambas:Video CNN]
Suporter PSS marah lantaran Seto merupakan sosok penting yang mempromosikan klub tersebut ke Liga 1 dan tetap bertahan di papan tengah pada musim lalu.


PSS promosi ke Liga 1 2019 setelah menjadi juara di Liga 2 2018 dengan mengalahkan Semen Padang 2-0.

Seto Didepak PSS, Netizen Teriak BCSMelawan
Selain #BCSMelawan, kalimat 'jungkir balik tanpa timbal balik' juga populer dalam setiap cuitan tentang Seto Nurdiantoro. Kalimat tersebut ternyata berasal dari kaus yang dipakai Seto dalam video pelatih 45 tahun tersebut yang diunggah akun @FXHarminanto.

"Secara umum saya tidak mempermasalahkan hal ini. Dinamika dalam sepak bola seperti ini. Dari awal saya sudah siapkan risiko sebagai pelatih. Kaget atau enggaknya mungkin caranya [berpisah]," ujar Seto dalam video tersebut. (sry/bac)