Sampai dengan saat ini klub berjuluk The Guardian itu sudah merekrut delapan pemain baru untuk kompetisi musim ini. Kedelapan pemain tersebut: Lee Won Jae, Guy Herve, Ahmad Nur Hardianto, Rangga Muslim, Ezechiel N'Douassel, Renan da Silva dan teranyar Ruben Sanadi serta Andik Vermansah.
Empat nama terakhir diperkirakan memiliki gaji yang fantastis. Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, menjelaskan kunci sukses timnya mendatangkan bintang-bintang tersebut bukan karena uang atau gaji yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, klub yang menempati klasemen akhir Liga 1 2019 tersebut memilih pemain yang sesuai dengan skema pelatih asal Irlandia, Paul Munster.
Bhayangkara FC merekrut pemain sesuai kebutuhan pelatih Paul Munster (kiri). (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah) |
"Seperti kehadiran Andik bukan hanya soal harga, tapi manajemen mampu melakukan lobi-lobi dengan baik. Saat melakukan pendekatan ke pemain, bukan hanya manajemen yang bicara, tapi ada andil pelatih sehingga pemain merasa dibutuhkan," tutur Yeyen.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Yeyen juga memberi contoh kedatangan Ruben yang ingin dekat dengan keluarga. Yeyen membantah mantan bek Persipura tersebut yang tidak lagi betah di Persebaya.
"Nur Hardianto ke Bhayangkara karena butuh jam main, bukan karena untuk mendapatkan gaji besar," kata mantan pemain Timnas Indonesia itu.
"Tapi bagaimana mengatur tim dan pemain secara baik sehingga tidak ada yang namanya anak emas dan pengelompokan. Saya bersyukur bekerja dengan orang-orang profesional sehingga kami mengerjakan peran masing-masing," ujar Yeyen.
"Ada pemain yang pergi, dan pemain yang datang harus dengan kualitas yang lebih baik. Itu akan membuat tim lebih kuat, bagi saya segalanya adalah untuk tim, bukan pemain secara individual, tim selalu jadi hal utama," kata Munster. (ttf/ptr)
Bhayangkara FC merekrut pemain sesuai kebutuhan pelatih Paul Munster (kiri). (CNN Indonesia/ Titi Fajriyah)