Rumor Duet Rossi-Lorenzo di Petronas Yamaha Mencuat

CNN Indonesia | Selasa, 04/02/2020 12:16 WIB
Rumor Duet Rossi-Lorenzo di Petronas Yamaha Mencuat Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo berpeluang kembali menjadi rekan setim di MotoGP 2021. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duet Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo diklaim legenda balap MotoGP Giacomo Agostini bisa kembali bersatu di Petronas Yamaha mulai MotoGP 2021.

Agostini mengatakan duet Rossi-Lorenzo bisa terjadi di Petronas Yamaha pada MotoGP 2021 jika kedua pebalap juara dunia itu menunjukkan penampilan yang kompetitif bersama sepeda motor M1.

"Rossi dan Lorenzo di Petronas Yamaha, itu akan bagus bukan? Tapi, karena kita membicarakan dua pebalap juara dunia, mereka harus meraih hasil bagus, menunjukkannya secara reguler," ujar Agostini dikutip dari Marca.


Rumor Rossi memperkuat Petronas Yamaha muncul setelah kontrak The Doctor tidak diperpanjang pihak tim pabrikan Yamaha. Posisi Rossi di Yamaha digantikan Fabio Quartararo yang musim 2020 masih memperkuat Petronas Yamaha.

Jorge Lorenzo kembali ke Yamaha sebagai pebalap tes di MotoGP 2020.Jorge Lorenzo kembali ke Yamaha sebagai pebalap tes di MotoGP 2020. (JOSE JORDAN / AFP)
Sementara Lorenzo kembali ke Yamaha musim ini sebagai pebalap tes. Sebelumnya, tiga kali juara dunia MotoGP itu memutuskan pensiun usai gagal bersama Repsol Honda usai musim 2019.

Rumor Duet Rossi-Lorenzo di Petronas Yamaha Mencuat
Lorenzo musim ini berstatus sebagai pebalap tes, tapi Yamaha tidak menutup kemungkinan memberi penampilan wildcard bagi pebalap asal Spanyol itu di MotoGP 2020.

Rossi dan Lorenzo menjadi rekan setim di Yamaha pada MotoGP 2008-2010 dan 2013-2016. Hubungan kedua pebalap sering kali memanas, namun Rossi dan Lorenzo hingga kini tetap saling menghormati.

[Gambas:Video CNN]
Agostini sendiri memuji langkah Yamaha yang mengambil keputusan untuk mendepak Rossi dan menggantinya dengan Quartararo usai MotoGP 2020.

"Ini keputusan luar biasa, pebalap juara dan bertalenta hanya ada sedikit. Semua pebalap berusaha merekrut mereka secara mungkin. Yamaha membuat keputusan cepat dan berani. Jika Anda sedikit tertidur, mereka langsung mengambilnya. Tim pabrikan seperti Yamaha harus memikirkan masa depan," ucap Agostini. (har/sry)