Jupe pindah ke Bhayangkara berstatus pemain pinjaman selama satu musim atau sampai akhir Desember 2020, namun bek yang pernah memperkuat Timnas Indonesia itu siap menghadapi Persib jika diizinkan klub.
Lihat juga:Cerita Lapangan Hijau Danurwindo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jupe, kepindahannya dari Persib ke Bhayangkara adalah hal yang normal. Setiap pemain berhak untuk menentukan masa depannya.
Di sisi lain, Jupe melihat Bhayangkara sebagai tim yang bagus secara materi pemain. Ia juga melihat keseriusan pelatih menatap kompetisi Liga 1 2020.
"Dan di sini dekat juga dari rumah. Jadi saya bisa fokus di dua hal berbeda. Saya bisa setiap hari bertemu dengan keluarga, saya juga bisa fokus bersama Bhayangkara. Saya juga melihat keseriusan pelatih yang intens menghubungi saya setelah saya menyatakan mundur dari Persib," ujar Jupe.
Selain itu, Jupe juga enggan membahas cibiran yang diberikan Bobotoh kepadanya usai memutuskan ke Bhayangkara. Di media sosial seperti Instagram, Bobotoh menyebut pengunduran diri Jupe disebabkan karena ia tak mampu bersaing dengan Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, dan Nick Kuipers.
"Saya datang ke Bhayangkara bukan untuk santai, bukan untuk main-main. Di sini saya juga harus bersaing. Jadi tidak ada yang aneh dengan kepindahan saya," jelasnya.
Rekrutan Terakhir Bhayangkara
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji menyebut Jupe merupakan rekrutan terakhir yang bakal mengisi skuat di Liga 1 2020.
Achmad Jufriyanto berstatus pemain pinjaman di Bhayangkara FC. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
"Saya ada revisi kontrak dengan Tibo dan sudah dibicarakan. Untuk situasi ini saya ikut saja supaya suasananya jadi enak. Jupe ini rekrutan terakhir, sudah tidak ada lagi pemain baru untuk Bhayangkara," ucap Sumardji. (ttf/jun)

Achmad Jufriyanto berstatus pemain pinjaman di Bhayangkara FC. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)