Kepastian penundaan tersebut dikirimkan langsung melalui surat resmi dari ASEAN Para Sports Federation (APSF) bernomor APSF/BoGSecretariat/2020/001 tertanggal 10 Februari 2020 yang ditujukan kepada Ketua Komite Paralimpiade Nasional (NPC), Senny Marbun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterbitkannya surat dari APSF tentang bahaya virus corona, gelaran APG 2020 Filipina kembali ditunda. Kondisi ini cukup mengganggu persiapan atlet disabilitas Indonesia yang sampai saat ini masih terus menjalani persiapan.
Atlet Indonesia Endi Nurdin Tine (kedua kiri) memperlihatkan medali emas yang diraihnya pada Asean Para Games XI Kuala Lumpur. (ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman) |
"Ya ini masalah tuan rumah, bukan kita. Sudah dua kali menunda dari Januari ke Maret, kemudian ada pemberitahuan akan ditunda lagi dan waktunya belum ditentukan. Dan baru bakal diberi tahu kepastiannya 60 hari sebelum penyelenggaraan, jadi kita sabar saja, " ujar Menpora Zainudin Amali di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora, Yayan Rubaeni menjelaskan kebutuhan anggaran untuk gaji dan akomodasi 300 atlet Pelatnas APG per bulan mencapai Rp10 miliar.
"Anggaran total buat paralimpiade Rp80 miliar untuk Pelatnas paralimpiade dan pembinaan untuk periode Januari sampai Desember 2020. Kemarin sudah kami optimalisasi dan itu tidak mengganggu program Pelatnas Asean Para Games bisa jalan sampai Maret. Kalau ini diundur lagi ya tentunya karena kejadiannya mendadak siklus penganggaran pemerintah belum menganggarkan," beber Yayan terpisah. (ttf/bac)

