Indonesia berhasil jadi juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1 di babak final. Dalam keberhasilan tersebut, poin-poin kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Anthony Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Mohammad Ahsan/Fajar Alfian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum awal keberangkatan, misi Indonesia selain juara adalah menguji formasi yang bakal diterapkan pada Piala Thomas Mei mendatang.
Kevin/Marcus ganda putra Indonesia nomor satu dunia. (Dok. PBSI) |
Namun yang kemudian terjadi adalah Jonatan tidak mendapatkan performa terbaik di sepanjang gelaran BATC. Jonatan tampil buruk di tiga laga lawan Korea Selatan, India, dan Malaysia sehingga ia selalu kalah dari lawan.
Lihat juga:'Black Jesus' dan Warisan Michael Jordan |
Shesar Hiren Rhustavito yang selalu diberi kepercayaan sebagai tunggal ketiga juga belum sepenuhnya meyakinkan.
Suka atau tidak, nomor tunggal Indonesia akan dianggap sebagai nomor yang lebih lemah dibandingkan nomor ganda. Anggapan tersebut bakal ada di benak negara-negara pesaing Indonesia.
Siap Hadapi Lawan yang Mengacak Formasi
Sebelum fokus menghadapi tim-tim besar, Indonesia harus bersiap menghadapi sejumlah tim kuda hitam macam India dan Taiwan.
Duel dengan tim kuda hitam macam India dan Taiwan ini yang wajib diwaspadai Indonesia. Tim-tim kuda hitam dengan materi pemain tunggal yang cukup mumpuni bisa mempertaruhkan segalanya di nomor tunggal dan membuang partai ganda.
Mohammad Ahsan dipasangkan dengan Fajar Alfian di BATC 2020. (Dok. PBSI) |
Kondisi seperti inilah yang bakal jadi tantangan untuk Indonesia. Pemain-pemain tunggal Indonesia harus bisa menjawab tantangan dari lawan. Bila tunggal-tunggal Indonesia tampil apik dan tak goyah dengan strategi lawan, strategi tersebut justru akan dengan cepat menamatkan perjuangan lawan.
Untuk duel lawan tim besar, kecil kemungkinan mereka mengacak formasi. China, Denmark, dan Jepang punya materi yang cukup dalam di nomor tunggal dan ganda sehingga mereka tetap akan tampil dengan formasi biasa.
Tukar Pasangan Indonesia
Indonesia memamerkan salah satu strategi kejutan di final BATC 2020 dengan menampilkan pasangan Mohammad Ahsan/Fajar Alfian.
Ahsan/Fajar berhasil membuktikan Indonesia punya strategi kejutan yang bisa diandalkan. Ahsan/Fajar bahkan mampu jadi penentu kemenangan Indonesia atas Malaysia.
Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian adalah ganda papan atas dunia. Mereka punya kualitas yang bisa membuat gentar ganda-ganda lain di dunia.
Komposisi ganda Indonesia nanti bakal didasarkan pada head to head lawan terhadap mereka. Indonesia bisa menurunkan kombinasi ganda 1-2 berupa Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian, atau Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian.
Di atas kertas, formula Indonesia untuk menang adalah mengamankan dua nomor ganda dan mendapat satu angka dari tiga nomor tunggal.
Namun dengan potensi dan kualitas maksimal yang dimiliki pemain tunggal Indonesia, Ginting, Jonatan, Shesar, dan Firman harus percaya mereka bisa berbagi beban membawa Indonesia menang bersama pemain ganda, dengan sama rata. (bac)
Kevin/Marcus ganda putra Indonesia nomor satu dunia. (Dok. PBSI)
Mohammad Ahsan dipasangkan dengan Fajar Alfian di BATC 2020. (Dok. PBSI)