Dikutip dari Marca, Barcelona disebut menggunakan jasa perusahaan tersebut untuk menyerang pemain-pemain yang berseberangan dengan kebijakan klub dan Presiden Joseph Bartomeu.
Nama-nama yang sering menyerang Barcelona seperti Joan Laporta jadi salah satu sasaran. Tak hanya itu, Barcelona juga menggunakan jasa perusahaan tersebut untuk menyerang beberapa pemain dan mantan pemain yang dianggap tidak satu suara dengan kebijakan klub.
Pemain-pemain yang pernah mendapat serangan dari proyek ini adalah Xavi Hernandez, Gerard Pique, Carles Puyol, Lionel Messi, dan Pep Guardiola.
Joseph Bartomeu disebut menggunakan jasa PR untuk mempertahankan citranya tetap positif di media sosial. (AP Photo/Emilio Morenatti) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden terakhir yang disebut melibatkan perusahaan ini adalah konfrontasi yang terjadi antara Messi dengan Eric Abidal. Messi yang protes karena Abidal meniupkan isu pemain tak bekerja keras kemudian mendapatkan 'serangan' di media sosial perihal keengganan dirinya untuk segera melakukan perpanjangan kontrak dengan Barcelona.
Barcelona sendiri menolak rumor tersebut dan menegaskan tidak memperhatikan isi dari unggahan-unggahan akun tersebut. (ptr)
Joseph Bartomeu disebut menggunakan jasa PR untuk mempertahankan citranya tetap positif di media sosial. (AP Photo/Emilio Morenatti)