Menurut Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan, rakor itu guna menyamakan persepsi dengan semua pihak yang terlibat yang berkaitan dengan jadwal-jadwal di masing-masing tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rakor yang digelar di Hotel Century itu hadir para petinggi Liga 1 dan Liga 2, kepala biro Operasional di 12 Polda, 12 direktur intelkam, Kapolresta serta Kapolres Metro yang wilayahnya menjadi tempat digelar pertandingan Liga 1 maupun Liga 2. Selain itu hadir juga Satgas Anti Mafia Bola beserta jajaran operator PT. Liga Indonesia Baru (LIB).
Persebaya vs Persik akan jadi laga pembuka Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori) |
"Berkaitan dengan Pilkada, kami mohon bantuan kepolisian. Pilkada itu kan cukup panjang, bulanan, masa kampanyenya panjang kampanye pun tidak seperti dahulu, tidak ada pengerahan massa. Apakah memungkinkan kami dalam [masa] kampanye itu ada pertandingan di wilayah tersebut, ini yang akan dituntaskan," ucap Iwan Bule.
[Gambas:Video CNN]
"Yang kedua ada PON, tapi kan rencananya mundur jadi Oktober 2020 sehingga kami masih ada waktu berdiskusi soal jadwal. InsyaAllah kick-off tanggal 29 Februari di Stadion Gelora Bung Tomo antara Persebaya melawan Persik," tutur Iwan Bule menambahkan.
Lebih lanjut, Iwan Bule mengatakan perubahan jadwal pertandingan bakal dipastikan oleh Polri dalam forum Rakor tersebut. Jika kepolisian sudah memberikan kepastian, pihak klub tidak bisa mengubah jadwal.
"Kalau pihak Polri pastikan tidak ada waktu berubah, tak ada klub yang bisa mundur atau menunda. Nanti ada sanksi dari kami. Karena kami juga harus tau Polri pekerjaannya banyak. Bukan cuma mengamankan sepak bola," ujar Iriawan. (ttf/nva)
Persebaya vs Persik akan jadi laga pembuka Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)