Wilder tidak bisa memberikan jawaban lugas terkait masa depan Breland. Ia mengaku bakal pergi ke Afrika lebih dulu sebelum mengambil keputusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deontay Wilder kalah setelah Mark Breland melempar handuk tanda menyerah. (Al Bello/Getty Images/AFP) |
Sinyal pemecatan Breland bisa tergambar dari pernyataan Wilder tentang keputusan Breland melempar handuk di ronde ketujuh. Wilder mengaku kecewa dengan keputusan Breland yang melempar handuk ketika melihat Wilder dihujani pukulan oleh Tyson Fury di ronde ketujuh.
"Hati saya terasa hancur melihat Mark melakukan itu. Bila saya pernah berkata semacam saya siap 'membunuh' seseorang di atas ring, saya tentu juga punya prinsip yang sama bahwa saya juga siap bila hal itu juga terjadi pada saya. Saya lebih memilih mati dibandingkan bersama seseorang yang melemparkan handuk."
"Dia tahu hal ini karena hal tersebut sudah dipertimbangkan. Saya sudah berkata sejak bertahun-tahun lalu. Saya berkata pada para pelatih bahwa bagaimana pun situasi yang terlihat dari luar, tak peduli betapa kalian mencintai saya, jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan perasaan emosional. Jangan pernah melempar handuk karena kehormatan saya adalah segalanya," ujar Wilder.
Deontay Wilder kalah setelah Mark Breland melempar handuk tanda menyerah. (Al Bello/Getty Images/AFP)