Liverpool dan Chelsea menyajikan duel terbuka yang sangat menarik di babak pertama. Kedua tim sama-sama punya peluang emas untuk mencetak gol lewat serangan-serangan yang disusun apik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrian dan Fabinho melakukan kesalahan dalam proses gol pertama Chelsea.(AP/Kirsty Wigglesworth) |
Dalam proses gol pertama, Adrian bukan satu-satunya pemain yang melakukan kesalahan karena Fabinho juga turut andil di dalamnya. Ketidakmampuan Fabinho menguasai bola berujung pada sodoran bola ke arah Willian yang berdiri bebas di depan kotak penalti.
Tanpa kesalahan Fabinho, Willian tidak akan punya peluang untuk melakukan tembakan. Tanpa kesalahan Adrian, tendangan Willian juga bisa dengan mudah dijinakkan.
Fabinho juga memutuskan untuk tidak melakukan tekel setelah melihat ada Neco Williams dan Joe Gomez di depan. Namun keputusan tersebut berbuah fatal bagi Liverpool.
Barkley memilih untuk tidak melakukan tusukan ke kotak penalti dan langsung melakukan tendangan. Joe Gomez yang menanti kedatangan Barkley di kotak penalti hanya bisa terpana menyaksikan bola masuk ke dalam gawang.
Secara umum, gegenpressing Liverpool tidak bekerja baik di proses gol kedua. Barkley tidak dikelilingi pemain-pemain Liverpool yang sudah sibuk naik menyerang untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Kepercayaan Jurgen Klopp menurunkan skuat campuran pemain inti dan cadangan harus dibayar mahal. Mereka dipastikan gagal meraih treble musim ini. (ptr/jal)
Adrian dan Fabinho melakukan kesalahan dalam proses gol pertama Chelsea.(AP/Kirsty Wigglesworth)