ANALISIS

Kecerdasan Liverpool vs Parkir Bus ala Atletico

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 06:34 WIB
Liverpool dituntut lebih pintar dalam dalam membongkar pertahanan Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Liverpool menjamu Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. (AP Photo/Kerstin Joensson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecerdasan dalam bermain dibutuhkan Liverpool saat melawan Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (12/3) dini hari WIB.

Kekalahan 0-1 di leg pertama di kandang Atletico memberikan pelajaran penting untuk juara bertahan Liga Champions tersebut. The Reds pun diyakini belajar banyak dari hasil buruk itu.

Pada leg pertama Liverpool kesulitan menembus rapatnya pertahanan Atletico. Selain itu, Atletico yang jadi tuan rumah justru beberapa kali menemukan celah di pertahanan Liverpool lewat serangan balik dengan umpan-umpan lambung dari belakang.


Di laga itu tim asuhan Diego Simeone menerapkan skema 4-4-2, namun dalam jalannya laga mereka bertransformasi dengan 'parkir bus' menggunakan formasi 8-1-1.

Empat gelandang Atletico: Koke, Saul Niguez, Thomas Partey, dan Thomas Lemar membantu lini pertahanan dengan menyisakan Angel Correa dan Alvaro Morata di depan.

Usai unggul lewat gol Saul Niguez di menit keempat, Atletico juga terlihat memainkan pola 6-2-2. Partey dan Saul jadi gelandang yang paling banyak membantu pertahanan Atletico.

Dalam statistik yang dirangkum Whoscored, 70 persen pergerakan Partey tidak pernah keluar dari lapangan permainan Atletico. Mobilitas gelandang 26 tahun itu banyak terjadi di garis tengah lapangan. Ia jadi lapisan pertama dari pertahanan Atletico yang mengadang serangan Liverpool.

Saul juga punya heatmaps yang lebih banyak terjadi di pertahanan sendiri. Tugas utamanya adalah menghalau serangan The Reds yang berasal dari Mohamed Salah dan Trent Alexander-Arnold.

Pertahanan Liverpool kerap punya celah dalam mengantisipasi umpan lambung lawan.Pertahanan Liverpool kerap punya celah dalam mengantisipasi umpan lambung lawan. (AP Photo/Bernat Armangue)
Peran Koke hampir sama dengan Saul. Simeone tahu betul sumber serangan Liverpool tidak saja berasal dari Salah, Roberto Firmino, atau Sadio Mane, tapi juga dari Alexander-Arnold serta Andy Robertson.

Karena itu sosok Koke dibutuhkan. Pemain 28 tahun rajin bergerak ke kiri dan kanan pertahanan Atletico guna membantu mencegah peluang yang bisa lahir dari Alexander-Arnold maupun Robertson.

Dengan pertahanan berlapis semacam itu, Liverpool tidak memiliki tembakan ke gawang atau tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan di sepanjang laga.

[Gambas:Video CNN]
Di leg pertama tembakan-tembakan Liverpool banyak terjadi dari kotak penalti. Selain terlalu lemah, sejumlah upaya lain melebar dari target.

Menariknya, dalam pertemuan pertama itu Liverpool seperti kurang berani melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sadio Mane dan dan Salah yang punya kemampuan tendangan dari luar kotak juga kesulitan menciptakan peluang tersebut karena lebih dahulu 'dikunci' pemain-pemain Atletico.

Guna bisa menciptakan gol dan bahkan memenangi pertandingan, Liverpool perlu menciptakan banyak cara bermain melawan Atletico di leg kedua ini.

Ketika buntu dalam penetrasi ke kotak penalti Atletico, trio lini serang Liverpool: Mane, Firmino, dan Salah bisa melakukan upaya-upaya tembakan. Dari tembakan itu mereka bisa berharap keberuntungan munculnya bola liar atau rebound yang dapat berbuah peluang emas atau langsung menjadi gol setelah berubah arah.

Georginio Wijnaldum bisa jadi kartu AS bagi Liverpool di leg kedua nanti.Georginio Wijnaldum bisa jadi kartu AS bagi Liverpool di leg kedua nanti. (AP Photo/Jon Super)
Lini tengah The Reds yang kemungkinan diisi Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, dan Alex Oxlade-Chamberlain juga dituntut lebih kreatif dalam menyusun serangan, termasuk menciptakan peluang. Salah satunya lewat tendangan dari luar kotak penalti.

Dengan banyak melakukan tembakan dari luar kotak, pertahanan Atletico akan berubah pikiran untuk tidak memberikan ruang tembak kepada tuan rumah. Dari situ penetrasi lewat kedua sayap dengan bola-bola pendek bisa kembali dilakukan.

Dalam pertandingan nanti Wijnaldum berpeluang jadi kunci untuk Klopp. Pemain asal Belanda itu punya fisik yang bagus dalam mengisi posisi Alexander-Arnold dan Robertson ketika membantu serangan.

Kualitas Alexander-Arnold dan Robertson dalam melepaskan umpan silang tidak diragukan lagi. Cara itu juga yang diperlukan Klopp guna mendobrak pertahanan berlapis Atletico.

Atletico bakal kembali bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik.Atletico bakal kembali bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. (AP Photo/Manu Fernandez)
Saat Alexander-Arnold atau Robertson naik menyerang, ada satu celah di pertahanan Liverpool. Di situasi seperti itu peran Wijnaldum dibutuhkan sebagai pelapis.

Pada momen-momen tertentu, Wijnaldum juga punya kemampuan menjadi pemecah kebuntuan. Di timnas Belanda, Wijnaldum cukup subur saat membantu serangan.

Selain dalam menyerang, Liverpool juga perlu berkonsentrasi dalam bertahan. Atletico diyakini hanya punya satu cara untuk menyerang Virgil van Dijk, yaitu lewat serangan balik, terutama umpan lambung.

Nahas bagi Liverpool, dalam beberapa pekan belakangan lini pertahanan klub asal kota pelabuhan itu terlihat punya lubang dan mudah ditembus lewat serangan balik dengan umpan lambung dari belakang.

Kecerdasan Liverpool vs Parkir Bus ala Atletico
Norwich City sempat memiliki peluang gol lewat umpan lambung yang melewati lini pertahanan Liverpool saat kedua tim bersua pada pertengahan Februari. Beruntung kiper Alisson sigap menggagalkan peluang Norwich tersebut.

Sedangkan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, tembakan Morata juga bisa diblok Alisson setelah Van Dijk gagal membuang bola dengan sempurna hasil umpan lambung Partey.

Di luar cara Liverpool dalam menyerang maupun bertahan melawan Atletico di leg kedua ini, The Reds juga perlu fokus pada Adrian yang bisa jadi pengganti Alisson. Kiper asal Brasil itu masih diragukan tampil lantaran dalam pemulihan cedera.

Pada awal-awal musim Liga Inggris musim ini, Adrian melakukan beberapa penyelamatan penting ketika menjadi pelapis Alisson yang cedera. Namun, di sejumlah kesempatan mantan kiper West Ham United itu juga punya sejumlah blunder.

Pertahanan Liverpool yang apik bisa meminimalkan Adrian melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, yang bisa berujung gol bagi Atletico. Karena, gol-gol tambahan dari Atletico bukan tidak mungkin menambah kesulitan Liverpool untuk lolos ke perempat final. (jun)