Sebelumnya Pokemon dulu yang bermain bola. Waktu itu Pokemon latihan bersama bapaknya, lalu saya diajak latihan oleh dia. Dari situ baru saya ingin ikut SSB (sekolah sepak bola).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Roger Mayweather Meninggal Dunia |
Ada seleksi internal saya terpilih juara di Surabaya. Waktu itu namanya Piala Medco, saya alhamdulillah kepilih, lalu juara di tingkat Jawa Timur.
Evan Dimas saat memperkuat Surabaya United pada 2015. (Zabur Karuru) |
Juara di tingkat nasional itu akhirnya mengantar saya seleksi bersama Timnas Indonesia yang untuk ke Uruguay. Di seleksi tersebut saya gagal.
[Gambas:Video CNN]
Sebelum gagal di seleksi timnas yang untuk ke Uruguay itu saya juga pernah seleksi di Timnas Indonesia U-16, tapi gagal juga.
Jadi saya dua kali gagal seleksi Timnas Indonesia. Seleksi Timnas Indonesia U-16 dulu lalu gagal, setelah itu saya pulang. Ada seleksi timnas untuk yang ke Uruguay saya gagal lagi. Seingat saya dua seleksi itu tahunnya sama, atau kalau beda hanya beda setahun saja.
Evan Dimas juga pernah merasakan berlatih di Barcelona dan Espanyol. (Doc. Ninesport) |
Setahun kemudian ikut HKFA lagi bersama Coach Indra juga, dan juara lagi. Dari HKFA itu kami persiapan untuk Piala AFF U-19 tahun 2013, yang jadi juara.
Dari Timnas Indonesia U-19 karier saya berlanjut ke klub profesional. Kontrak pertama saya dengan klub ya di Persebaya 1927 itu. Saya bersama tujuh teman lain dikontrak jangka panjang dengan Persebaya yang akhirnya berganti nama jadi Bhayangkara FC.
Baru pada 2016 ada turnamen Indonesia Soccer Championship. Tahun berikutnya baru ada kompetisi resmi Liga 1 2017. Alhamdulillah di tahun terakhir kontrak saya itu, saya bisa juara dengan Bhayangkara FC.
Evan Dimas saat memperkuat Surabaya United pada 2015. (Zabur Karuru)
Evan Dimas juga pernah merasakan berlatih di Barcelona dan Espanyol. (Doc. Ninesport)
Cedera di final SEA Games 2019 dan tidak bisa melanjutkan permainan jadi salah satu penyesalan Evan Dimas. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd.)
Evan Dimas hampir dicoret Indra Sjafri. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj)