Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti kepada CNNIndonesia.com mengatakan status PDP COVID-19 diberikan kepada pelatih tunggal putra Indonesia sejak Senin (23/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Dari hasil pemeriksaan di RS Pelni, pelatih tunggal putra itu diketahui mempunyai flek paru-paru sehingga diputuskan untuk diisolasi.
Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto menyebut ingin membawa pelatih tunggal putra ke Wisma Atlet Kemayoran yang sementara ini disulap menjadi Rumah Sakit Virus Corona. Namun hal itu urung dilakukan karena kondisi yang tidak memungkinkan.
![]() |
"Di RS Pelni di CT Scan, karena ada flek paru-paru jadi langsung dimasukkan dalam daftar PDP. Tadinya mau masuk ke Wisma Atlet, tapi antreannya panjang jadi supaya penanganannya cepat dirujuk ke RS Pelni," tutur Budi melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.
Setelah ditetapkannya pelatih tunggal putra bulutangkis Indonesia sebagai PDP virus corona, PBSI dengan cepet langsung melapor ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemudian dari pihak Kemenkes menugaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta Timur untuk datang ke Pelatnas Cipayung.
Selain itu, PBSI juga bakal memberitahukan kondisi ini kepada Badminton World Federation (BWF). (ttf/ptr)

