Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 10:13 WIB
Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika Roberto Carlos merupakan salah satu bek kiri yang dikenang sepanjang masa. (AFP/MARTIN BUREAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Posisi bek kiri tak terlalu seksi dan hanya ada sejumlah pemain yang membuat posisi tersebut diingat dan dikagumi. Roberto Carlos salah satunya.

Tak banyak yang mengingat jelas saat Roberto Carlos berkostum Inter Milan. Perkenalan Roberto Carlos pada dunia mungkin terjadi ketika ia tampil bersama Brasil di Tournoi de France, turnamen pemanasan Piala Dunia 1998 yang digelar setahun sebelumnya.

Pada duel Prancis lawan Brasil, Roberto Carlos mencetak gol yang di luar nalar dan logika, begitu juga ilmu fisika. Dengan tendangan kaki kiri, Roberto Carlos menendang ke arah luar.


Bola bergerak lurus dan mengarah keluar lapangan. Ball boy yang ada di jalur bola tersebut sudah menunduk mengantisipasi kedatangan bola. Namun tiba-tiba bola bergerak berbelok dan akhirnya masuk ke gawang. Kiper Prancis, Fabian Barthez hanya terpana menyaksikan bola masuk ke gawang.
Gol Roberto Carlos di Tournoi de France 1997 membuat namanya dikenal dunia.Gol Roberto Carlos di Tournoi de France 1997 membuat namanya dikenal dunia. (AFP/VINCENT AMALVY)
Bila Roberto Carlos melakukan tendangan kaki kanan, gol tersebut bakal terasa masuk akal karena 'banana kick' bisa dilakukan banyak orang dengan gerak bola berbelok sesuai arah gesekan kaki bagian dalam terhadap bola. Namun Roberto Carlos melakukan tendangan itu dengan kaki kiri sehingga sudut beloknya benar-benar tidak terduga.

"Sejujurnya, sampai saat ini saya tak tahu bagaimana saya melakukan hal itu. Itu adalah gol indah. Butuh latihan dan kerja keras sepanjang karier. Namun kerja keras itu terbayar karena saya bisa mencetak gol indah yang jadi momen spesial buat saya," kata Roberto Carlos dikutip dari ESPN.

"Ini cara kami menerjemahkan gol terkenal dari Roberto Carlos. Gol ini berasal dari jarak sekitar 35 meter, sepadan dengan jarak yang kami duga bisa menimbulkan lintasan [jalur bola] tak terduga."
Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika (10)Roberto Carlos masuk jadi bagian skuat Brasil di Piala Dunia 2002. (AFP/ANTONIO SCORZA)
"Dengan mempertimbangkan tembakan tersebut sangat keras, lintasan bola berubah drastis menuju gawang pada kecepatan yang cukup membuat kiper terkejut," ucap empat ilmuwan Prancis (Guillaume Dupeux, Anne Le goff, David Quere, dan Christophe Clanet) dalam kesimpulannya.

Menilik kesimpulan tersebut, gol Roberto Carlos tidak akan terjadi bila jarak tendangan bebas tersebut beberapa meter lebih dekat dari gawang karena jarak lintasan bola untuk berbelok tidak akan cukup pas saat menuju ke gawang. Bila kekuatan tendangan berkurang, efek putaran tak terduga bola juga tak mungkin bisa terjadi.

"Saya tak pernah mencoba menendang seperti itu lagi karena saya tahu saya tidak akan bisa mencetak gol seperti itu lagi. Banyak penendang bagus saat ini dan mungkin suatu hari nanti akan ada yang mencetak gol serupa," ujar Carlos.
Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika (10)Roberto Carlos masuk dalam Real Madrid era Los Galacticos. (AFP/CHRISTOPHE SIMON)
Bek yang Lebih Dikenal Jago Menyerang

Perkenalan Roberto Carlos pada dunia di Tournoi de France berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Roberto Carlos yang identik dengan Real Madrid punya ciri permainan yang khas. Punya lari cepat dan tendangan yang keras.

Di Real Madrid, Roberto Carlos mencetak banyak gol lewat kekuatan tendangan kaki kirinya. Gol-gol yang lahir dari kaki Roberto Carlos benar-benar memuaskan mata pencinta sepak bola.

Posisi Roberto Carlos di Real Madrid pun tak terlalu banyak dikenal sebagai bek yang jago bertahan. Roberto Carlos lebih dinantikan saat melakukan overlap atau jadi eksekutor tendangan bebas.
Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika (10)Roberto Carlos bersama Zinedine Zidane setelah memenangkan Liga Champions 2002. (AFP/CHRISTOPHE SIMON)
Ciri khas Roberto Carlos ini yang membuat dirinya bisa tetap jadi pilihan utama ketika Real Madrid membentuk 'Los Galacticos'. Roberto Carlos sudah menjelma jadi bintang yang sejajar dengan nama-nama tenar lain macam Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham.

Hal yang sama juga terjadi di tim nasional Brasil. Roberto Carlos adalah tokoh utama Brasil di era emas skuat Selecao yang berisikan Ronaldo, Ronaldinho, dan Rivaldo. Kombinasi Cafu dan Roberto Carlos sebagai fullback membuat Brasil selalu tampil menyerang.

Roberto Carlos pun bisa mengakhiri karier dengan gembira karena telah memenangkan seluruh gelar bergengsi untuk pesepakbola. Di level klub, Roberto Carlos pernah jadi juara La Liga, Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala interkontinental.

Di Brasil, Roberto Carlos memenangkan Copa America, Piala Konfederasi, hingga Piala Dunia.
Roberto Carlos, Kaki Kiri yang Menantang Ilmu dan Logika (10)Roberto Carlos punya modal bagus untuk jadi pemain yang bergerak lebih ofensif. (AFP PHOTO / PATRICK KOVARIK)
Andai saja formasi 4-3-3 seperti yang banyak digunakan saat ini sudah lebih dulu populer dua dekade lalu, bukan tak mungkin Roberto Carlos menjalani transformasi posisi seperti halnya yang dilakukan Gareth Bale.

Bale awalnya berposisi sebagai bek kiri, maju sebagai gelandang kiri, dan akhirnya kini dikenal sebagai penyerang sayap.

Roberto Carlos memang akhirnya tak pernah maju sebagai penyerang di lapangan hijau. Transformasi Roberto Carlos hanya terjadi di video game oleh mereka yang terkesima oleh kecepatan dan kekuatan tendangan Roberto Carlos sehingga mendorongnya jadi penyerang.

Selamat ulang tahun, Roberto Carlos! (ptr/har)

[Gambas:Video CNN]