Martunis yang kini sudah beranjak dewasa tergerak untuk membantu sesama. Salah satunya dengan menjual jersey asli yang diberikan langsung Ronaldo.
Lihat juga:Rencana Sadio Mane ke MU Digagalkan Klopp |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu diundang Hitam Putih setelah bertemu Ronaldo di Bali. Dia tawar Rp80 juta tapi saya tolak. Sekarang, saya enggak berani tawarin ke beliau," ujar Martunis.
Pria 22 tahun itu tak mematok target penjualan jersey Ronaldo itu. Berapapun hasil penjualan bakal disyukuri dan dipergunakan untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19.
"Berapapun hasilnya nanti semoga bisa berguna buat sesama. Rencana akan digunakan untuk warga Aceh, khususnya Tibang yang kekurangan dana di masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini," ujarnya.
Martunis jadi anak angkat Ronaldo pada tahun 2005 setelah setahun sebelumnya selamat dari bencana Tsunami Aceh. Pada saat bencana tersebut, Martunis sempat terkatung-katung di laut.
Ketika ditemukan, Martunis menggunakan jersey kesebelasan Portugal. Hal ini-pun menarik perhatian Ronaldo beserta personel timnas Portugal lainnya. (jun/jal)
