Tisha resmi menjabat posisi Sekjen PSSI sejak Juli 2017 setelah Ade Wellington memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi tersebut pada April 2017. Ia terpilih melaui serangkaian tes yang dibuat Ketua Umum PSSI kala itu, Edy Rahmayadi.
Sebagai satu-satunya perempuan yang masuk sebagai kandidat Sekjen PSSI, Tisha berhasil mengalahkan sejumlah pesaing lainnya, termasuk Alief Syachviar dan T. Alvin Aprianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratu Tisha Mundur dari PSSI |
Sebagai Sekjen PSSI, Tisha mengemban tugas yang cukup berat. Mulai dari mengatur internal PSSI, bergaul dengan 'keluarga' sepak bola di seluruh dunia termasuk AFC dan FIFA, mengatur persiapan, pertandingan dan segala kebutuhan Timnas Indonesia sampai berurusan dengan para awak media.
Ratu Tisha menjabat posisi Sekjen PSSI sejak 2017. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
[Gambas:Video CNN]
Tugas sebagai sekjen PSSI bukan tanpa tekanan. Perempuan 34 tahun ini juga pernah ditolak masuk ke dalam Stadion Andi Mattalatta, Makassar pada Agustus 2019 lalu. Bahkan ia diteriaki penonton dengan sebutan 'mafia' saat menyaksikan pertandingan yang dimenangkan PSM dengan skor 2-0 tersebut.
Buntut kekesalan suporter tersebut, Tisha dituntut mundur dari jabatannya menyusul kontroversi penundaan pertandingan leg kedua final Piala Presiden 2019 antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Matalatta, Minggu (28/7).
Isu pemecatan Tisha pernah ramai di media sosial pada 2018. Namun rumor tersebut dibantah langsung Joko Driyono yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
"Tidak, 100 persen tidak benar," kata Joko ketika ditanya rumor pemecatan Ratu Tisha dari posisi Sekjen di Kantor PSSI. (ttf/sry)
Ratu Tisha menjabat posisi Sekjen PSSI sejak 2017. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)