Sebelum menempati posisi Sekjen PSSI, Ratu Tisha merupakan Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan operator kompetisi Liga 1 2017.
Jabatan Direktur Kompetisi PT LIB menjadi milik Tisha pada Maret 2017. Satu bulan kemudian, Sekjen PSSI pada masa itu, Ade Wellington, memilih mundur dari posisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ratu Tisha Mundur dari PSSI |
Dengan terpilih sebagai Sekjen PSSI, Tisha melepaskan jabatan sebelumnya sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru.
Dalam menjabat posisi Sekjen PSSI, berbagai kondisi dialami Ratu Tisha. Baru setengah tahun menjabat, rumor Tisha dipecat mencuat di media sosial. Namun isu tersebut dibantah Joko Driyono yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Ratu Tisha beberapa kali dirumorkan mundur dari PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
Di pertengahan 2019 permintaan Tisha mundur dari posisi Sekjen PSSI kembali mencuat, kali ini dari suporter klub.
[Gambas:Video CNN]
Tisha dituntut mundur dari jabatannya menyusul kontroversi penundaan pertandingan leg kedua final Piala Presiden 2019 antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Matalatta, Minggu (28/7).
Pada pertandingan itu juga Tisha sempat ditolak masuk ke Stadion Andi Mattalatta. Saat menyaksikan laga tersebut, Tisha diteriaki 'mafia' oleh suporter.
Iwan Bule sendiri pernah mengungkapkan akan mengevaluasi Ratu Tisha usai terpilih menjadi Ketua PSSI.
Puncaknya pada Senin (13/4), Ratu Tisha mengumumkan pengunduran diri sebagai Sekjen PSSI lewat akun Instagram miliknya. (sry)
Ratu Tisha beberapa kali dirumorkan mundur dari PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)