Sejumlah kegiatan olahraga masih bisa dilakukan baik di dalam rumah atau di lingkungan kompleks perumahan. Bagaimanapun, tubuh perlu tetap aktif bergerak selama PSBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter Andi Kurniawan Sp. KO mengatakan selama WFH maupun PSBB, gaya hidup seseorang tidak seaktif sebelum pandemi Covid-19. Aktivitas fisik bakal lebih rendah karena waktu di rumah lebih banyak dihabiskan dengan duduk atau rebahan.
![]() |
Olahraga yang dianjurkan adalah yang intensitasnya rendah sampai sedang, termasuk jalan santai dan jalan cepat. Namun sebelum jalan santai di luar rumah, hal pertama yang harus dipastikan adalah memiliki kondisi tubuh yang sehat.
[Gambas:Video CNN]
Saat jalan santai keliling kompleks perumahan juga harus tetap memperhatikan imbauan physical distancing dengan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak menyentuh benda apapun, serta tidak mengusap keringat menggunakan tangan. Sebaiknya, berolahraga ini dilakukan selama 30 menit sampai satu jam setiap harinya.
"Jangan melakukan olahraga yang intensitasnya tinggi, yang menyebabkan kita ngos-ngosan karena itu akan mengganggu pernapasan dan takutnya justru malah menurunkan imunitas tubuh," ucap dokter yang juga Direktur SPPOI-Eminence milik pemerintah tersebut.
Andi mengatakan olahraga juga harus diimbangi dengan aktivitas lain yang dianggap sebagai bagian dari daily exercise.
"Contoh paling gampang, sebelumnya dalam keadaan normal minimal kita bisa mencapai 4.000 sampai 5.000 langkah per hari. Sekarang mau cari 2.000 langkah saja susah. Maka itu, selain berolahraga rutin, perlu ditambah aktivitas sehari-hari," ujar Andi. (ttf/har)

