Poirier memiliki target besar kembali memperebutkan sabuk juara UFC. Peluang itu terbuka bagi Poirier yang kini berada di peringkat kedua kelas ringan UFC saat dijadwalkan bertarung dengan Dan Hooker yang ada di posisi kelima.
Akan tetapi duel pada 16 Mei nanti itu urung terjadi karena pandemi virus corona. Pertarungan tersebut masih bisa terselenggara dengan penjadwalan ulang. Hanya saja, Poirier ingin mencoba memanfaatkan kesempatan yang lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika duel dengan McGregor terjadi, Poirier menilai pertarungan itu bukan sebagai ajang balas dendam. Poirer pernah merasakan kekalahan dari McGregor saat keduanya bertarung di kelas bulu.
"Tentu saja saya senang jika bisa bertarung dengan McGregor. Seperti yang saya katakan, saya ingin bisa menghadapi orang-orang hebat dan berperingkat tinggi," ujar Poirier dikutip dari MMA Fighting.
[Gambas:Video CNN]
"Saya akan melawan Dan Hooker tidak masalah. Tapi tugas saya mendapatkan pertarungan terbesar, uang paling banyak, mendapatkan lawan dengan peringkat tertinggi. Jadi ketika saya melihat peluang yang masuk akal seperti melawan McGregor, saya akan memanfaatkan itu," ucap Poirier menambahkan.
Kondisi yang dialami Poirier tidak jauh berbeda dengan McGregor. Sejak awal The Notorious berkeinginan aktif dalam pertarungan di sepanjang tahun 2020.
"Itu tergantung pada apa yang ada dalam pikiran UFC dan jangka waktu Conor ketika dia ingin bertarung. Tapi saya jelas terbuka untuk berduel," tutur Poirier.
Lihat juga:Shin Tae Yong: Sistem Medis Indonesia Buruk |
"Saya senang bertarung di kelas welter. Saya juga suka berduel di dalam ring tinju. Saya menyukai MMA. Saya tidak peduli. Saya hanya ingin pertarungan besar," ujar Poirier. (sry/har)
