PSSI terbentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta atas ide seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Kegemaran Soeratin terhadap sepak bola membuat pria yang menyelesaikan pendidikan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, itu berambisi membentuk organisasi sepak bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian PSSI atau Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia terbentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta setelah Soeratin melakukan pertemuan dengan wakil dari VIJ (Sjamsoedin), BIVB - Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Gatot), PSM - Persatuan sepak bola Mataram Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo).
PSSI kini genap 90 tahun. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Soeratin dan kawan-kawan kemudian menyusun program setelah PSSI terbentuk. Program tersebut pada dasarnya menentang berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui organisasi sepak bola Nederlands Indische Voetbal Bond (NIVB).
Pada 1936, NIVB memutuskan untuk bekerja sama dengan PSSI dengan membentuk Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU). Keputusan itu diambil setelah PSSI semakin populer dan memiliki posisi yang kuat.
Hubungan PSSI dengan NIVU retak pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Ketika itu Soeratin protes karena NIVU mengirim tim mereka atas nama Dutch East Indies ke Piala Dunia 1938, meski ada sembilan pemain pribumi dan keturunan Tionghoa. Padahal sesuai kesepakatan awal seharusnya ada pertandingan antara tim PSSI vs NIVU untuk menentukan siapa yang berangkat ke Prancis.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai di Piala Dunia 1938 adalah bendera NIVU (Belanda). Soeratin akhirnya memutuskan untuk membatalkan perjanjian dengan NIVU pada Kongres PSSI 1938 di Solo.
Kegiatan PSSI kemudian menjadi pasif selama masa penjajahan Jepang pada 1942 hingga 1945. Ketika itu Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari GELORA (Gerakan Latihan Olahraga pada 1944. PSSI baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).
PSSI kini genap 90 tahun. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)