Kaka adalah motor permainan Milan di era 2000-an. Keputusan Milan membeli Kaka dari Sao Paolo pada 2003 berbuah manis. Kaka bisa langsung masuk dalam pola permainan Milan di era Carlo Ancelotti.
Kaka bisa menggantikan peran Rui Costa yang saat ini sudah berumur. Dengan usia yang lebih enerjik, Kaka bisa membuat permainan Milan lebih bertenaga. Sebagai gelandang serang, Kaka bisa menyajikan kombinasi apik bersama Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, dan Andrea Pirlo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaka berhasil bersinar dan mencuri perhatian sejak direkrut oleh AC Milan. (FILIPPO MONTEFORTE / AFP) |
Perpisahan Kaka dengan Milan adalah sebuah perpisahan yang menyedihkan. Kaka selalu menegaskan bahwa ia mencintai Milan dan tidak ingin meninggalkan klub tersebut.
"Namun kasus saya berbeda. Untuk pertama kali, Milan membuka pintu dan masuk tawaran dari Manchester City di bulan Januari. Sebenarnya saya ingin bertahan, namun karena Milan membuka diri menjual saya, saya lalu menetapkan syarat bahwa saya hanya akan meninggalkan Milan untuk bergabung dengan Real Madrid," ucap Kaka.
Kaka pergi ke Real Madrid di usia 27 tahun yang sering dikatakan sebagai usia emas seorang pesepakbola. Kaka datang bersamaan dengan kehadiran Cristiano Ronaldo sehingga Los Blancos disebut tengah memulai proyek 'Los Galacticos 2' dengan mendatangkan dua pemain termahal di dunia.
Kaka masuk proyek Los Galacticos 2 Real Madrid. (DANI POZO / AFP) |
Namun Kaka akhirnya tidak pernah benar-benar tampil menggigit bersama Los Blancos. Tidak seperti Ronaldo yang langsung meroket sebagai mesin gol Real Madrid, harapan melihat Kaka sebagai jenderal permainan Real Madrid dihalangi oleh cedera parah yang beberapa kali menerpa Kaka.
Kaka tidak bahagia di Real Madrid. Ia menghabiskan tahun-tahun emasnya sebagai pesepakbola dengan catatan performa yang menurun.
Kaka Pergi Tanda Awal Milan Meredup Sebagai Raksasa Eropa
Adriano Galliani mengaku penjualan Kaka adalah demi motif keseimbangan finansial. Keputusan ini diprotes oleh Paolo Maldini yang baru saja pensiun di musim tersebut. Maldini menganggap aneh langkah Milan menjual Kaka yang tidak pernah mengutarakan niat hengkang.
Salah satu keberanian Milan menjual Kaka bisa jadi lantaran mereka memiliki Ronaldinho di skuat saat itu, plus masih ada Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, dan Gennaro Gattuso. Namun Ronaldinho di Milan adalah Ronaldinho yang sudah melewati performa puncak sehingga tak bisa diharapkan jadi motor permainan tim.
Milan juga makin meninggalkan identitas sebagai klub besar yang bisa dengan mudah membeli pemain-pemain bintang di seluruh penjuru dunia. Sejumlah bintang memang datang, namun biasanya mereka berlabel gagal atau bermasalah di klub sebelumnya seperti Zlatan Ibrahimovic yang tak cocok dengan Barcelona, hingga Mario Balotelli dan Fernando Torres.
Kaka sempat kembali ke AC Milan namun magisnya sudah hilang. (Olivier MORIN / AFP) |
Pemain-pemain bintang seangkatan Kaka seperti Andrea Pirlo juga tak dipertahankan Milan dan jadi salah satu blunder terbesar dengan membiarkan pergi ke Juventus yang akhirnya memulai dominasi. Sedangkan beberapa pemain lain seperti Gattuso dan Alessandro Nesta akhirnya pensiun.
Kaka akhirnya kembali ke Milan di 2013 namun sihirnya seolah sudah sirna. Magis Kaka benar-benar tak lagi bisa membangkitkan kekuatan Milan ke level terbaik yang pernah dicapai bersama Kaka beberapa tahun sebelumnya.
Lihat juga:Legenda MU: Pogba Mirip Gerrard |
Sedangkan Milan yang ditinggalkan, makin lama makin terjerembab dengan deretan pemain-pemain kelas dua yang sulit dipercaya bisa membela Milan bila Rossoneri menerapkan kualitas ketat didukung finansial kuat seperti dekade sebelumnya.
Selamat ulang tahun, Kaka!
[Gambas:Video CNN]
(jal/bac)
Kaka berhasil bersinar dan mencuri perhatian sejak direkrut oleh AC Milan. (FILIPPO MONTEFORTE / AFP)
Kaka masuk proyek Los Galacticos 2 Real Madrid. (DANI POZO / AFP)
Kaka sempat kembali ke AC Milan namun magisnya sudah hilang. (Olivier MORIN / AFP)