Pria kelahiran Maluku itu mencatat sejarah baru sebagai petinju Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia tercepat yang didapat kurang dari 10 pertarungan. Rekor ini didapat setelah ia memenangkan pertandingan melawan Marco Demecillo asal Filipina dalam laga kelas bulu versi International Boxing Association (IBA) pada akhir 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Gerakan Shadow Boxing
2. Buat Variasi Gerakan
Dalam pelaksanaannya, keempat gerakan tinju bisa dilakukan bervariasi.
Ongen menyarankan untuk melakukan pemanasan agar tidak terjadi cedera. Usai pemanasan, kaki membuat kuda-kuda sebelum melakukan shadow boxing.
Ongen Saknosiwi petinju profesional Indonesia. (Mahkota Boxing Series) |
Gerakan selanjutnya bisa divariasikan sendiri supaya tidak bosan. Waktu setiap gerakan juga diatur, misalnya tiga menit shadow boxing kemudian satu menit istirahat dan dilakukan sebanyak empat sampai enam ronde.
3. Gerakan Lain di Luar Shadow Boxing
Supaya tidak bosan dengan gerakan shadow boxing, Ongen yang juga prajurit TNI Angkatan Udara itu menyarankan untuk melakukan gerakan lain di luar tinju.
"Berolahraga kan cari sehat, jadi lakukan dengan senang biar tidak jenuh. Lakukan apa saja supaya kita tetap berkeringat saat di rumah," ucap Ongen.
[Gambas:Video CNN] (ttf/bac)
Ongen Saknosiwi petinju profesional Indonesia. (Mahkota Boxing Series)