Liga Belanda Berencana Hentikan Kompetisi
CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2020 17:21 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) hampir pasti menghentikan Liga Belanda di tengah jalan demi mencegah penyebaran virus corona.
KNVB mengungkapkan rencana itu untuk mendukung peraturan pemerintah Belanda. Sebelumnya, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah mengumumkan pelarangan semua kegiatan olahraga hingga 1 September 2020.
"Sepak bola profesional tidak bisa dimainkan, meski tanpa penonton, hingga 1 September mendatang. Imbasnya, dewan sepak bola profesional berencana untuk tidak melanjutkan Liga Belanda 2019/2020," demikian pernyataan resmi KNVB seperti dikutip Guardian.
KNVB mengaku akan berkonsultasi dengan UEFA terkait keputusan penting yang akan diambil sepak bola Belanda.
"Pada Jumat mendatang, klub-klub dan pihak terkait lainnya akan mengadakan pertemuan untuk membahas konsekuensi lebih lanjut," sambung KNVB.
Pertemuan tersebut bakal membahas mengenai status Liga Belanda musim ini, apakah dibatalkan atau dianggap selesai. Jika dibatalkan maka tidak ada klub yang akan dinyatakan sebagai juara.
Saat ini Eredivisie masih menyisakan sembilan pertandingan di mana Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar tengah bersaing ketat di puncak klasemen. Kedua tim sama-sama mengemas 56 poin, namun Ajax berhak berada di posisi teratas karena unggul selisih gol.
Keputusan yang diambil KNVB diprediksi bakal jadi contoh bagi kompetisi elite Eropa lainnya yang hingga kini masih berharap melanjutkan sisa pertandingan di tengah pandemi Covid-19.
[Gambas:Video CNN] (jun/har)
KNVB mengungkapkan rencana itu untuk mendukung peraturan pemerintah Belanda. Sebelumnya, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah mengumumkan pelarangan semua kegiatan olahraga hingga 1 September 2020.
Lihat juga:Khabib Tak Bisa Disiplin Seperti Ferguson |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan yang diambil KNVB diprediksi bakal jadi contoh bagi kompetisi elite Eropa lainnya yang hingga kini masih berharap melanjutkan sisa pertandingan di tengah pandemi Covid-19.
[Gambas:Video CNN] (jun/har)
